Petinggi Intelijen Negara Palsu ‘Israel’ Bunuh Diri di Sel Tahanan

2 June 2021, 16:28.

PALESTINA – Penulis Yahudi, Richard Silverstein, mengungkapkan bahwa seorang petinggi Aman, direktorat intelijen serdadu zionis ’Israel’, bunuh diri di sel tahanan penjara militer bulan lalu.

Dikutip dari www.richardsilverstein.com, media berita zionis melaporkan bahwa petinggi itu ditangkap pada bulan September 2020.

Sumber rahasia menyebutkan si petinggi intelijen negara palsu telah didakwa dengan tuduhan spionase, meskipun identitasnya tidak diungkap.

Silverstein menyebut kabar ini adalah jenis informasi yang layak diketahui secara luas.

Pemukim ilegal zionis telah membayar para serdadu untuk melindungi mereka. Jika gagal, seperti yang terjadi dalam kasus ini, mereka harus tahu alasannya.

Kasus ini berada di bawah sensor ketat, karena serdadu zionis tidak ingin ada yang tahu tentang tindakan spionasenya.

Mereka juga tidak ingin ada yang tahu bagaimana sipir penjara bisa membiarkan seorang tahanan bunuh diri tepat di depan mata mereka.

Rupanya, sistem penjara ‘Israel’ tidak belajar apa pun dari bunuh diri Ben Zygier tahun 2010 dalam situasi yang sama.

Zygier bekerja untuk Mossad. Dia telah membocorkan rahasia keamanan ‘Israel’ untuk agen Hizbullatta (menurut salah satu versi cerita).

Ia ditangkap secara diam-diam. Dalam bulan-bulan menunggu persidangannya, dia ditahan tanpa komunikasi di sel terpencil dan tidak diizinkan melakukan kontak dengan manusia lain.

Selama periode penahanan, istri Zygier mengatakan kepadanya bahwa dia menceraikannya.

Tak lama kemudian, dia gantung diri di kamar mandi, tepat di depan mata sipirnya yang seharusnya memantau kamera pengintai video.

Tentu saja, ada contoh mata-mata zionis ‘Israel’ yang menghabiskan masa tahanannya, hingga akhirnya dibebaskan dari penjara.

Meskipun kehidupan banyak dari mereka, pada umumnya, sama tragisnya dengan mereka yang tidak pernah berhasil keluar hidup-hidup.

Di antara mereka adalah Mordechai Vanunu (bukan mata-mata, tetapi ditangkap karena membocorkan rahasia nuklir), Marcus Klingberg, dan Prisoner X2, seorang petinggi Mossad yang membocorkan rahasia ke Iran. (*)

*Richard Silverstein menulis Tikun Olam, sebuah blog yang didedikasikan untuk resolusi konflik ‘Israel’-Arab. Dia juga berkontribusi pada koleksi esai Suara Yahudi Independen A Time to Speak Out.

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serang Desa Ya’bad, Serdadu Zionis Tembak Wanita Berusia 73 Tahun
Pemukim Ilegal Bersenjata Bakar Lahan Pertanian Warga Palestina di Yatta »