Penjajah ‘Israel’ Akan Minta “Bantuan Militer Darurat” $1 Miliar dari AS

3 June 2021, 18:35.
Senator AS Lindsey Graham (kiri) dan gembong zionis Netanyahu (Kobi Gideon/GPO via Getty)

Senator AS Lindsey Graham (kiri) dan gembong zionis Netanyahu (Kobi Gideon/GPO via Getty)

PALESTINA (Axios | Middle East Monitor) – Penjajah zionis ‘Israel’ akan meminta “bantuan militer darurat” tambahan senilai $1 miliar kepada AS pekan ini, menyusul agresi terhadap Gaza bulan lalu, lapor Axios.

Setidaknya 256 warga Palestina tewas, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, dan lebih dari 1.900 lainnya terluka dalam 11 hari agresi brutal zionis ‘Israel’ di Gaza.

Senator AS, Lindsey Graham, mengatakan kepada Fox and Friends: “Akan ada permintaan dalam waktu dekat oleh ‘Israel’ ke Pentagon berupa satu miliar dolar bantuan untuk mengisi ulang baterai Iron Dome yang digunakan untuk membela ‘Israel’.”

Senator Graham, anggota senior Komite Alokasi Senat yang mengawasi bantuan militer asing, saat ini mengunjungi wilayah Palestina yang dicaplok ‘Israel’.

Dia bertemu dengan gembong zionis Benjamin Netanyahu dan menteri negara palsu Benny Gantz.

Menurut Graham: “Setiap kali seseorang mencoba untuk menghancurkan ‘Israel’, respons kami adalah menyalurkan lebih banyak bantuan. Dan itu dimulai dengan mengisi kembali Iron Dome. Investasi satu miliar dolar akan menjadi investasi yang baik bagi rakyat Amerika.”

Dia mengatakan permintaan itu kemungkinan akan segera disetujui oleh Washington.

“Ini akan menjadi investasi yang bagus untuk rakyat Amerika. Saya akan memastikan di Senat bahwa mereka mendapatkan uangnya,” kata Graham kepada Fox sehari setelah bertemu Netanyahu dan Gantz.

Bantuan senilai $1 miliar akan menjadi tambahan dari $3,8 miliar bantuan militer yang dikirim AS ke ‘Israel’ setiap tahun, sejak tahun 2016.

Kesepakatan 10 tahun itu ditandatangani pada tahun 2016 oleh pemerintahan Obama, di mana Presiden Joe Biden saat ini menjabat sebagai wakil presiden.

Dalam perjanjian disebutkan, ‘Israel’ dapat meminta dana tambahan “jika terjadi keadaan darurat”.

Sarah Leah Whitson, direktur eksekutif kelompok hak asasi DAWN, menulis di Twitter: “$3,8 miliar hadiah pembayar pajak tahunan untuk menegakkan apartheid ‘Israel’ dan teror hujan di Palestina tidak cukup. Setiap sen ke ‘Israel’ menambah keterlibatan Amerika,” tambah Whitson.

Para petinggi zionis mengatakan bantuan itu diperlukan untuk mengisi ulang sistem pertahanan udara Iron Dome dan untuk membeli amunisi.

Sistem Iron Dome digunakan untuk mencegat ribuan roket selama 11 hari agresi zionis. Joe Biden telah menyatakan AS akan mengisi dan melengkapinya kembali. (Axios | Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dua Mujahid Al-Qassam Gugur di Gaza Tengah Saat Jinakkan Bom Penjajah Zionis
Bentrokan Meletus di Tepi Barat dan Baitul Maqdis, Sejumlah Warga Palestina Terluka dan Disekap »