Gerombolan Pemukim Ilegal Lukai Sejumlah Warga Syaikh Jarrah, Termasuk Empat Anak

24 June 2021, 23:33.
Foto: IMEMC

Foto: IMEMC

BAITUL MAQDIS (IMEMC) – Senin (21/6/2021) malam, pemukim ilegal Yahudi melukai sejumlah warga Palestina, termasuk empat anak-anak, di lingkungan Syaikh Jarrah, di Baitul Maqdis terjajah.

Pada saat yang sama, serdadu zionis ‘Israel’ juga menyerang penduduk dan menculik sejumlah orang.

Saksi mata mengatakan bahwa para serdadu, yang ditempatkan di Gedung al-Ghawi yang dirampas secara ilegal, menyerang banyak warga Palestina dengan kursi dan batu.

Para serdadu juga mencoba untuk memukul dan menendang beberapa warga Palestina, yang menyebabkan perkelahian, sebelum menyerbu lingkungan, menerobos rumah warga, dan menembakkan granat konkusi.

Selama penyerangan, pemukim ilegal menyemprotkan merica ke wajah empat gadis Palestina (berusia 12 hingga 14 tahun), di bawah perlindungan serdadu.

Selain Syaikh Jarrah, para serdadu juga menyerbu daerah Silwan, di Baitul Maqdis, yang menyebabkan protes di lingkungan Be’er Ayyoub.

Serdadu menembakkan banyak granat konkusi sebelum menculik seorang anak Palestina.

Serangan itu merupakan bagian dari pelanggaran terus-menerus di Syaikh Jarrah, terutama di tengah rencana penjajah untuk menggusur dan menghapus penduduk asli Palestina, guna menggantikan mereka dengan pemukim ilegal Yahudi.

28 keluarga Palestina yang tinggal di Syaikh Jarrah pindah ke daerah itu ketika mereka dipaksa keluar dari rumah dan tanah mereka selama Nakba tahun 1948.

Saat itu negara palsu ‘Israel’ didirikan di tanah bersejarah Palestina, setelah membersihkan etnis Palestina di ratusan kota dan desa.

Kini, puluhan warga Palestina terancam digusur dari rumah mereka di Syaikh Jarrah, melalui berbagai langkah penjajah untuk memaksa mereka keluar dan mengubah lingkungan itu sepenuhnya menjadi permukiman ilegal Yahudi.

“Pengadilan” penjajah telah memutuskan bahwa setidaknya enam keluarga harus segera mengosongkan rumah mereka di Syaikh Jarrah, meskipun mereka telah tinggal di sana selama beberapa generasi.

“Pengadilan” abal-abal yang sama memutuskan tujuh keluarga lain harus meninggalkan rumah mereka sebelum 1 Agustus.

Secara total, 58 orang, termasuk 17 anak-anak, akan digusur untuk memberi jalan bagi pemukim kolonial Yahudi.

Pada tahun 1972, beberapa kelompok pemukim ilegal Yahudi mengajukan “gugatan” terhadap keluarga Palestina yang tinggal di Syaikh Jarrah.

Mereka mengklaim sepihak bahwa tanah itu awalnya milik orang Yahudi.

Kelompok-kelompok ini, yang sebagian besar didanai oleh donor dari AS, telah melakukan berbagai upaya yang mengakibatkan penggusuran 43 warga Palestina pada tahun 2002.

Juga penggusuran keluarga Hanoun dan Ghawi pada tahun 2008, serta keluarga Shamasneh pada tahun 2017.

Pada tahun 2020, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan bahwa kelompok pemukim ilegal mengajukan “gugatan hukum” ke pengadilan abal-abal zionis untuk menggusur lebih dari 218 keluarga Palestina (970 orang, termasuk setidaknya 424 anak-anak), di Baitul Maqdis Timur, termasuk 75 keluarga di lingkungan Syaikh Jarrah. (IMEMC)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Bersiap Hancurkan 20 Rumah dan Sebuah Masjid di Timur Nablus
Serdadu Zionis Serang Aksi Solidaritas Mengenang Para Syuhada di Baitul Maqdis »