Enam Warga Sipil Suriah Tewas Akibat Gempuran Rezim Assad di Tenggara Idlib

18 July 2021, 17:04.
Sebuah bangunan hancur digempur rezim Bashar al-Assad dan kelompok teroris asing sekutu mereka –yang didukung Iran– di zona de-eskalasi di Provinsi Idlib, barat laut Suriah, 3 Juli 2021 [Muhammed Said - Anadolu Agency]

Sebuah bangunan hancur digempur rezim Bashar al-Assad dan kelompok teroris asing sekutu mereka –yang didukung Iran– di zona de-eskalasi di Provinsi Idlib, barat laut Suriah, 3 Juli 2021 [Muhammed Said – Anadolu Agency]

SURIAH (Middle East Monitor) – Enam warga sipil, termasuk dua anak-anak, tewas akibat serangan serdadu rezim diktator Assad di Provinsi Idlib, barat laut Suriah, Sabtu (17/7/2021).

Serangan itu menghantam Desa Sarajah di sisi tenggara Idlib.

Enam orang lainnya, termasuk tiga anggota Pertahanan Sipil Suriah (White Helmets), terluka akibat serangan tersebut.

Pada Mei 2017, Turki, Rusia, dan Iran mengumumkan bahwa mereka telah bersepakat membentuk zona de-eskalasi di Idlib, sebagai bagian dari pertemuan Astana, terkait krisis Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, 5 Maret 2020, menyetujui gencatan senjata baru di Idlib untuk mengakhiri pertempuran dan serangan terhadap warga sipil.

Namun, rezim Suriah terus-menerus melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Mereka sering meluncurkan serangan di dalam zona de-eskalasi.

Suriah bergolak sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak pengunjuk rasa dengan kekerasan yang brutal.

Selama dekade terakhir, sekira setengah juta orang telah terbunuh dan lebih dari 12 juta orang harus meninggalkan rumah mereka. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Rusia Akui Telah Menguji 320 Jenis Senjata di Suriah
Penjajah Zionis Tangkap 5.426 Warga Palestina di Paruh Pertama 2021, Terbanyak di Baitul Maqdis »