Berupaya Jalin Normalisasi, Praktisi Teknologi Negara Palsu ‘Israel’ Kunjungi Indonesia

13 August 2022, 09:01.

PALESTINA (Middle East Monitor) – Praktisi teknologi dan petugas bidang perdagangan negara palsu ‘Israel’ mengunjungi Indonesia bulan lalu untuk “mengeksplorasi investasi, usaha teknologi, dan inisiatif bidang sosial”.

Kunjungan itu dilaksanakan oleh ‘Israel’-Asia Centre. Selain kunjungan, program daring (online) selama tiga bulan juga digelar dan dihadiri oleh hampir 100 peserta ‘Israel’ dan Indonesia.

Rebecca Zeffert, pendiri dan direktur eksekutif ‘Israel’-Asia Center, mengklaim meskipun belum terjalin hubungan diplomatik, masih ada “potensi besar dalam bidang pendidikan, fintech, keamanan siber, AI, mobilitas, perawatan kesehatan, agritech, dan teknologi air.”

Sebagai bagian dari perjalanan, delegasi ‘Israel’ bertemu dengan para pemimpin bisnis lokal, rektor universitas, pengusaha dan investor, dan mengunjungi pusat-pusat startup dan akselerator di Jakarta.

Menurut ‘Israel’-Asia Centre, perdagangan ‘Israel’-Indonesia mencapai sekitar $500 juta per tahun. Pada tahun 2030, Indonesia diproyeksikan memiliki ekonomi terbesar kelima di dunia.

Selain itu, ekonomi internet Indonesia tumbuh sebesar 49 persen per tahun dan akan mencapai $330 miliar dalam delapan tahun ke depan.

Perjalanan itu dilakukan di tengah spekulasi bahwa Indonesia–negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia–mungkin ingin menormalkan hubungan dengan zionis ‘Israel’, menyusul Kesepakatan Abraham yang ditengahi Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Sudan, dan Maroko memutuskan membangun hubungan dengan zionis ‘Israel’ pada tahun 2020.

Akan tetapi, seorang anggota parlemen senior Indonesia menekankan bahwa Indonesia tidak akan pernah menormalkan hubungan dengan zionis ‘Israel’ dan menyebut AS menawarkan Jakarta $2 miliar untuk melakukan normalisasi. (Middle East Monitor)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Di Tengah Pembatasan Ketat, Puluhan Ribu Warga Palestina Laksanakan Shalat Jum’at di Masjidil Aqsha
Kondisi Kesehatan Menurun Selama Aksi Mogok Makan, Syaikh Yusuf Albaz Dipindahkan ke Klinik Penjara »