Suatu Sore di Rumah Al-Quran ZAINAB

JALUR GAZA, Ahad (Sahabatalaqsha.com): Angin musim semi yang sejuk bersemilir ke halaman belakang rumah susun Hajjah Su’ad. Di seberangnya ada kebun jeruk yang sudah berbuah. Warna oranyenya kelihatan segar menyebar di sela-sela dedaunan hijau tua. Tapi yang lebih segar lagi ialah gadis-gadis kecil penghafal Al-Quran yang berkumpul di teras belakang gedung rumah susun itu. Inilah gadis-gadis kecil penghafal Al-Quran di Baitul Quran ZAINAB.

Nama Zainab diambil dari putri Dr Diana Thabrani, donatur tunggal rumah Al-Quran ini. Sepanjang setahun ke depan, setiap hari gadis-gadis yang datang mengaji akan diberi makanan ringan, kadang-kadang susu, mushaf Al-Quran, dan hadiah-hadiah saat mereka berprestasi dalam menghafal Al-Quran.

Setiap sore sehabis solat Ashar mereka memang belajar. Tapi hari ini hari istimewa. Mereka belajar sambil ditemani empat relawan Sahabat Al-Aqsha yang sedang berada di Gaza.

Sekitar 30 anak, antara 6 sampai 13 tahun duduk rapi di bangku-bangku kayu. Melirik-lirik tamu-tamu dengan dengan senyum malu-malu. Satu per satu diminta maju untuk menyetorkan hafalan Al-Qurannya.

Rumah Al-Quran Hajjah Su’ad, nenek hafizhah Al-Quran yang berusia 60 tahunan ini, sudah menghasilkan lebih dari 200 orang hafizah Al-Quran sejak lima tahun silam. Sahabat Al-Aqsha membantu Dr Diana untuk ikut membidani para hafizhah di masa depan.

Terima kasih Bu Diana. Terima kasih Zainab. Terima kasih Hajjah Su’ad. Terima kasih anak-anak…

Semoga semakin teranglah cahaya Al-Quran bersinar dari Bumi Perjuangan yang suci ini.* (Sahabatalaqsha.com)