Serdadu Zionis Serang Wartawan Seperti Kecanduan
5 March 2013, 11:31.

Bedil mengancam kamera. Arsip foto: Report International
JAKARTA, Selasa (SahabatAlAqsha.com): Pasukan penjajah zionis ‘israel’ belasan kali menyerang sejumlah jurnalis Palestina sepanjang Pebruari kemarin. Penyerangan itu termasuk penculikan, pemukulan, penembakan gas air mata dan melarang mereka meliput.
Kantor berita PIC (Palestinian Information Center) melaporkan, sebanyak 18 jurnalis Palestina diserang, termasuk seorang kartunis pers, Muhammad Saba’na yang dua kali mengalami perpanjangan masa tahanan. Pada Pebruari kemarin, tentara penjajah zionis juga menyerang rumah seorang jurnalis bernama Amin Abu Warda di kamp pengungsi Balata, Nablus Timur di Tepi Barat yang diduduki. Ia baru diinterogasi setelah melewati masa penahanan administratif selama sepuluh bulan.
Tentara penjajah zionis juga dilaporkan menculik seorang staf stasiun televisi Al-Aqsa ketika ia dan timnya tengah dalam perjalanan ke Al-Quds atau Yerusalem untuk mendokumentasi kejahatan perang zionis. Pada bulan yang sama, pasukan zionis juga menyerang dan menculik empat jurnalis lainnya ketika meliput acara di kota Yatta, Selatan Al-Khalil. Mereka juga menculik seorang jurukamera bernama Abdul Ghani Natshe selama 24 jam lebih. Selama penahanan ini, ia diperlakukan secara buruk oleh penjajah Zionis.
Belum lama ini, pasukan penjajah zionis juga memperpanjang masa tahanan administratif jurnalis bernama Amer Abu Arfa untuk yang ke empat kalinya dalam kurun enam bulan ini. Seorang jurnalis dari kantor berita Shiba, Amer Abu Arfa juga diculik setelah rumahnya diobrak-abrik di Al-Khalil pada 21 Agustus 2011. Ia juga sudah beberapa kali ditangkap oleh petugas keamanan Otoritas Palestina.
Pasukan Zionis juga menangkap seorang kartunis di harian Al-Hayat Al-Jadida, Muhammad Saba’na di perbatasan Karama ketika ia pulang dari Yordania. Pengadilan ‘Israel’ memperpanjang masa tahanan Saba’na untuk tujuh sampai delapan hari dengan alasan keperluan investigasi. ‘Israel’ menolak permintaan pengacara Saba’na untuk membebaskannya sampai investigasi selesai.
Aksi kekerasan juga dialami seorang jurukamera TV Palestina, Bashar Al-Nazzal. Ia diserang ketika meliput aksi protes mingguan anti-permukiman ilegal Yahudi di Kafr Qadum di Qalqiliya. Puluhan wartawan dilaporkan mengalami gangguan pernafasan akibat tembakan gas air mata tentara penjajah saat menghadapi unjuk rasa damai menentang tembok apartheid ‘Israel’ di sejumlah wilayah di Tepi Barat.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
