Proyek-proyek

1a
1b

PENYALURAN AMANAH RAMADHAN 1435 H

DARI INDONESIA KE PALESTINA

.

1) Bantuan Kemanusiaan Darurat (Perang) untuk Keluarga-keluarga Kita di Jalur Gaza.

2) Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia (Kerja sama antara Sahabat Al-Aqsha Indonesia, HALUAN Malaysia, dan Al-Sarraa Foundation Palestine di bawah pengawasan Kantor Perdana Menteri Palestina di Jalur Gaza).

3) Beasiswa 30 orang mahasiswa kedokteran Palestina di Sudan (untuk periode Semester kedua Juli-Desember 2014).

4) Santunan Operasional Taman Kanak-kanak Bintang Al-Quran di kamp pengungsi Jabaliya, Gaza Utara, Palestina (TK gratis untuk anak-anak yatim dan faqir-miskin).

5) Jaminan Sosial untuk 10 orang penjaga Masjidil Aqsha selama 12 bulan.

6)  Bantuan untuk Halaqah-halaqah Al-Quran di Masjidil Aqsha.

 

.

KETERANGAN TAMBAHAN:

1) Bekerja sama dengan Al-Sarraa Foundation, Sahabat Al-Aqsha memiliki akses data (rinci) korban-korban cedera yang menerima bantuan; keluarga-keluarga syuhada; serta keluarga-keluarga penerima bantuan sembako. Dana kemanusiaan darurat ini juga dipakai berbagai keperluan yang ditentukan oleh Al-Sarraa Foundation sesuai keperluan darurat di lapangan. Amanah dari Sahabat Al-Aqsha adalah “menyelamatkan kehidupan saudara-saudara kita di Jalur Gaza”.

1

2

Proyek SA 1

Proyek SA 2

Proyek SA 3

Proyek SA 4

Proyek SA 5

Proyek SA 6

Proyek SA 7

2) Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia

PRESS RELEASE: Surat Ismail Haniyah untuk Sahabat Al-Aqsha tentang Rumah Sakit Spesialis Bedah

16 July 2014, 14:30.

3

Surat dari PM Ismail Haniyah tertanggal 4 Maret 2014, kepada Sahabat Al-Aqsha, HALUAN Malaysia dan Al-Sarraa Foundation, tentang RS Bedah Indonesia-Malaysia. foto: Sahabat Al-Aqsha

JALUR GAZA, Rabu (Sahabat Al-Aqsha): Empat bulan yang lalu, sebuah surat tertanggal 4 Maret 2014 sampai ke tangan pengurus Sahabat Al-Aqsha (SA) Indonesia dan HALUAN Malaysia, diserahkan oleh penghubung khusus PM Ismail Haniyah di Gaza. Baru di saat perang yang hari-hari ini memuncak, pihak Sahabat Al-Aqsha semakin memahami betapa strategisnya isi surat itu.

Maha Suci Allah yang menghebatkan saudara-saudara kita di Gaza di hadapan makar musuh-musuh Allah.

Isi surat itu berupa keputusan memindahkan proyek Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia dari sebuah gedung berlantai 6 di jalan utama Salahuddin Al-Ayyubi, di kawasan Asy-Syuja’iyyah, ke sebidang tanah di kawasan Tel el-Islam masih di dalam Gaza City.

Berikut isi lengkap surat dari PM Ismail Haniyah kepada Sahabat Al-Aqsha, HALUAN Malaysia, dan Al-Sarraa Foundation Palestina itu:

“Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

PEMERINTAH NASIONAL OTORITA PALESTINA PERDANA MENTERI

Kepada Yang Terhormat

Yayasan Sahabat Al-Aqsha Indonesia semoga Allah menjaga mereka

Yayasan HALUAN Malaysia semoga Allah menjaga mereka

Al-Sarraa Foundation semoga Allah menjaga mereka

Perihal : RS Bedah Indonesia-Malaysia

As-Salaamu’alaykum wa Rahmatullaah wa Barakaatuh.

Merupakan kebaikan bagi kami untuk menyampaikan salam hormat dan harapan terbaik. Berkaitan dengan perihal di atas, kami sepakat dengan kalian untuk mendirikan RS Bedah Indonesia-Malaysia yang terdiri dari 6 lantai. Akan tetapi setelah dipelajari oleh para ahli di bidang manajemen rumah sakit ternyata gedung tersebut membutuhkan dana yang sangat banyak, karena belum dilengkapi pondasi sebagai gedung rumah sakit. Melainkan komplek komersial pusat perniagaan (lelang, bazaar, pameran, atau pertokoan dll.).

Maka kami memutuskan untuk membangun RS di distrik Tel el-Islam di mana kami memiliki sebidang tanah seluas 900 meter per segi, dan dari tanah itu yang akan digunakan untuk rumah sakit bedah itu hanya 300 meter per segi.

Atas kerja samanya kami mengucapkan terima kasih banyak.

Semoga kemuliaan selalu menyertai kalian.

Was-Salaamu’alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Saudaramu, Ismail Haniyah Perdana Menteri

Selasa, 3 Jumadil Akhir 1435 H/4 Maret 2014 M”

Surat itu diserahkan langsung oleh utusan khusus PM Ismail Haniyah kepada Yayasan Sahabat Al-Aqsha.

Amanah RS Bedah

Sejak Desember 2012, SA bergandengan tangan dengan HALUAN Malaysia dan Al-Sarraa Foundation Palestina, diminta pemerintah Palestina di Gaza, untuk mengoperasikan sebuah gedung kosong menjadi RS spesialis bedah, khususnya bagi korban perang.

“Selama Gaza masih dikepung, dan sewaktu-waktu digempur musuh, jumlah rumah sakit kami tidak memadai untuk menolong korban perang,” kata Ziad Said Mahmud Direktur Al-Sarraa Foundation. Maka sesudah serangan zionis November 2012 yang disebut “Perang Hijaratus-Sijjil”, Tim SA mengunjungi gedung berlantai 6 (tambah 1 lantai basement), yang terletak di jalan utama di kawasan Asy-Syuja’iyyah itu untuk dioperasikan sebagai RS spesialis bedah.

4

Poster kampanye Sahabat Al-Aqsha mengajak masyarakat Indonesai mendukung RS Bedah Indonesia Malaysia, diedarkan sejak Desember 2012. foto: Sahabat Al-Aqsha.

Pada bulan Mei 2014 tahun lalu, masih penjelasan Fanni, empat orang dokter senior ikut dalam delegasi Tim SA2Gaza ke-5. Ketua Tim Dokter itu Dr. Abdul Ghofir, Direktur RS Islam Jombang memimpin pengkajian kelayakan gedung tersebut serta penghitungan biaya minimal yang diperlukan.

“Dari hasil kajian kami,” kata Dr Abdul Ghofir, “Kita bisa memulai memfungsikan 2 lantai paling bawah dulu sesegera mungkin, tidak harus langsung seluruh lantai. Sehingga ongkosnya bisa ditekan.”

Bismillaah… Sahabat Al-Aqsha dan HALUAN bertekad semakin giat mengajak masyarakat Indonesia dan Malaysia mendukung amanah ini. Qadarullah, Allah Maha Menetapkan, sebulan sesudah rincian kasar itu didapatkan, Presiden Mesir Mohammad Morsi dikudeta. Sejak itu pengepungan terhadap Jalur Gaza semakin parah. Harga bahan-bahan bangunan melonjak tinggi. Selama hampir setahun, Sahabat Al-Aqsha dan HALUAN, diminta untuk mem-pause kampanye untuk RS Bedah Indonesia-Malaysia. Sebab gencar sekali kabar, bahwa pemerintah kudeta Mesir akan bekerja sama dengan pemerintah Palestina di Ramallah pimpinan Mahmoud Abbas untuk kembali menguasai Gaza, dibantu zionis.

5

Sebagian anggota Tim Dokter senior Sahabat Al-Aqsha saat melakukan pengkajian kelayakan langsung di gedung yang akan diubah jadi RS Bedah Indonesia-Malaysia. foto: Sahabat Al-Aqsha

Surat PM Haniyah Bulan Maret 2014 surat di atas tadi disampaikan kepada Sahabat Al-Aqsha. Maka dimulai lah pengkajian tanah, pembuatan gambar arsitektur, dan penghitungan biaya yang diperlukan membangun RS Bedah Indonesia-Malaysia dari tanah waqaf yang kosong.

“PM Ismail Haniyah dan warga Gaza lebih faham mengenai kebutuhannya sendiri, kita mendukung sepenuhnya,” kata Fanni Rahman di Yogyakarta.

Sesudah serangan zionis bersandi Operation Protective Edge dan oleh Mujahidin Gaza diberi nama “Perang ‘Ashful Ma’kul” (Dedaunan Dimakan Ulat) berjalan 9 hari, semakin jelas lah kabar-kabar bahwa Asy-Syuja’iyyah merupakan diantara daerah yang paling banyak jadi sasaran gempuran jet-jet zionis.

Di tengah perang yang berkecamuk, Direktur Al-Sarraa Foundation menelfon kita, “Alhamdulillah, keputusan memindahkan lokasi bakal RS Bedah Indonesia-Malaysia dari Asy-Syuja’iyyah sangat tepat.” Bukan cuma karena perkiraan ongkos, tapi juga keamanannya.

Semoga Allah ridha. Sahabat Al-Aqsha, HALUAN Malaysia, dan Al-Sarraa Foundation bertekad menggencarkan kembali kampanye mendukung RS Bedah Indonesia-Malaysia. Sampai kapan? “Sampai kita sujud di halaman Masjidil Aqsha merdeka!” kata Fanni Rahman sambil mengepalkan tangan ke arah langit. Bismillaahi Allaahu Akbar! * (Sahabat Al-Aqsha)

.

3) Beasiswa 30 Mahasiswa Kedokteran Palestina di Sudan. Program ini sudah berjalan selama 2,5 tahun. Sahabat Al-Aqsha memiliki data pribadi dan akademik seluruh mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ini. Di bawah ini kliping tentang penyerahan dana tahun lalu.

Mahasiswa Indonesia Beri Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran Palestina

9 June 2013, 18:00.

6

Ketua Tim Dokter Sahabat Al-Aqsha Dr. Abdul Ghofir menyerahkan dana beasiswa untuk mahasiswa kedokteran Palestina di Sudan kepada Ketua Al-Sarraa Foundation Abu Ahmad di Jalur Gaza (28 Mei 2013), didampingi Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha M. Fanni Rahman dan anggota tim dokter lain Dr. Rosyid Ridho. Semoga Allah ridha. foto: FSLDK Indonesia | Sahabat Al-Aqsha

JALUR GAZA, Ahad (FSLDK Indonesia | SahabatAlAqsha.com): Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) kembali menyalurkan donasi dari mahasiswa Indonesia untuk pendidikan di Gaza, akhir bulan Mei yang baru lalu. Kali ini dana yang dikumpulkan oleh FSLDK Indonesia disalurkan untuk beasiswa 30 orang mahasiswa kedokteran Palestina di beberapa universitas di Sudan.

Penyerahan donasi dilakukan di Jalur Gaza oleh Ketua Tim Dokter Sahabat Al Aqsha Dr. Abdul Ghofir, didampingi Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha M. Fanni Rahman dan diterima langsung oleh Ketua Al-Sarraa Foundation Abu Ahmad pada 28 Mei 2013.

Ketua Pusat Komunikasi Nasional FSLDK Indonesia Edy Siswanto di Bogor menyatakan, “FSLDK Indonesia yang bekerja sama dengan Sahabat Al-Aqsha, jaringan silaturrahim keluarga Indonesia-Palestina, telah menyerahkan dana sebesar US$ 18,000 kepada Al-Sarraa Foundation di Gaza.”

Dana itu, jelas Edy merupakan hasil penggalangan mahasiswa-mahasiswa seluruh kampus di Indonesia serta keluarga-keluarga Indonesia yang bersimpati pada perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan zionis israel.

Dana tersebut, menurut Edy, akan disalurkan secara bertahap ke mahasiswa-mahasiswa kedokteran Palestina di Sudan selama periode Juli sampai Desember tahun 2013 ini.

Kordinator Komisi Isu Puskomnas FSLDK Indonesia Andino Yudho Pratomo menjelaskan, “Alhamdulillah, bulan Desember 2012 lalu, FSLDK Indonesia bersama Sahabat Al-Aqsha, membiayai operasional TK Bintang Al-Quran (Najmul Quran) di Jabaliya-Gaza untuk periode satu tahun (2012-2013).”

Alhamdulillah, lanjut Andino, pada pertengahan tahun ini, FSLDK Indonesia kembali menyalurkan donasi dari mahasiswa Indonesia untuk beasiswa mahasiswa kedokteran Palestina. “Kami diberi akses berisi data setiap mahasiswa penerima beasiswa itu oleh Sahabat Al-Aqsha dan Al-Sarraa Foundation,” kata Andino.

Kaderisasi

Meskipun digempur dan diteror setiap hari, pembinaan generasi baru rakyat Palestina tidak boleh berhenti. Huffazh Al-Quran lahir ribuan tiap tahun. Para profesional di berbagai bidang kehidupan juga harus dibantu kaderisasinya.

Sudah dua tahun ini Sahabat Al-Aqsha mendapat amanah dari Al-Sarraa Foundation for Humanitarian Relief (yang dibentuk oleh Rabithah Ulama Filistin) membantu 30 mahasiswa kedokteran asal Gaza yang sedang berjuang menuntut ilmu di Sudan. Jumlah seluruh penerima beasiswa 60 orang, ditanggung gotong royong 30:30 oleh Sahabat Al-Aqsha Indonesia dan HALUAN Malaysia.

FSLDK Indonesia bergandengan tangan dengan Sahabat Al-Aqsha membantu beasiswa ini untuk periode Juli-Desember 2013.

FSLDK Indonesia merupakan forum Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Indonesia yang merupakan gabungan lebih dari 650 LDK yang tersebar di Indonesia. Donasi yang disalurkan untuk beasiswa mahasiswa Palestina ini berasal dari kantong para mahasiswa seluruh Indonesia yang dikumpulkan melalui FSLDK Indonesia. Dengan izin Allah.* (FSLDK Indonesia)

.

4) Santunan Dana Operasional TK Bintang Al-Quran. Taman kanak-kanak pertama di Gaza yang 100% didanai masyarakat Indonesia sejak 2011. Berikut ini kliping berita terakhir TK kita sebelum Perang.

(Foto) Anak-anak TK Bintang Al-Quran, Gaza: Dikepung, Kedinginan, Tetap Ceria

7 February 2014, 07:00.

7

Lukisan mural di tembok depan TK Bintang Al-Quran. foto: Sahabat Al-Aqsha

JALUR GAZA, Jum’at (Sahabat Al-Aqsha): Meski sudah 7,5 tahun dikepung oleh penjajah zionis ‘israel’, rakyat Jalur Gaza selalu bisa tersenyum. Mereka yakin, meski menghadapi ujian-ujian berat, Allah bersama mereka, dan ujung semua ini kemenangan. Lihatlah anak-anak TK Bintang Al-Quran ini.

Musim dingin masih menyelimuti wilayah di tepi Laut Mediterania ini. Pada saat yang sama jet-jet serta helikopter tempur, tank, meriam, dan kapal perang zionis bersiaga 24 jam sehari 7 hari seminggu sewaktu-waktu diperintah menghujani rakyat Gaza dengan ribuan ton bahan peledak. Tapi anak-anak yang masih suci ini, tetap saja menikmati kegembiraan taman kanak-kanak.

Ingat lagu masa kecil kita…

Taman yang paling indah, hanya taman kami

Taman yang paling indah, taman kanak-kanak

Tempat bermain, berteman banyak

Itulah taman kami, taman kanak-kanak…

Nama Amanah:

TK Bintang Al-Quran, taman kanak-kanak pertama di Gaza yang 100% didanai masyarakat Indonesia, dan sama sekali tidak memungut biaya apapun dari murid dan wali muridnya.

Waktu Berdiri:

September 2011

Jumlah Murid:

120 orang anak yatim, piatu, faqir dan miskin

Lokasi:

Mulai September 2011 hingga Mei 2013 berlokasi di Jabaliya Al-Balad.

Sejak 1 Oktober 2013 menempati gedung baru yang berlokasi di Kamp Pengungsi Jabaliya, Gaza Utara.

Lembaga Pelaksana Amanah:

Al-Sarraa Foundation yang didirikan di Damaskus tahun 2009 oleh Rabithah ‘Ulama Palestina

Ucapan Terima Kasih:

Alhamdulillah, keikhlasan seluruh rakyat Indonesia dalam membuktikan persaudaraannya dengan Palestina menjadikan TK Bintang Al-Quran amal shalih yang berkah. Semoga jadi tambahan mizan kebaikan di Akhirat bagi donatur, relawan Sahabat Al-Aqsha serta seluruh rakyat Indonesia yang mendukungnya.” –Abu Ahmad, Direktur Al-Sarraa Foundation

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh masyarakat yang membantu TK ini. Tidak ada amal shalih –apalagi yang bernilai jihad, yang tidak mengalami ujian Allah. TK ini juga mengalami berbagai ujian. Alhamdulillah, sampai sekarang lulus terus. Semoga Allah kelak menjadikan TK Bintang Al-Quran sebagai sebab lulusnya kita semua di Padang Mahsyar.” –M. Fanni Rahman, Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha

Alhamdulillah. * (Sahabat Al-Aqsha)

8

Kedinginan dan dikepung musuh, tapi waktunya dipotret tetap saja tertawa ceria. Ada Allah. foto: Sahabat Al-Aqsha

9

Wiiiiii…. asyiik. Terima kasih ya kiriman baju hangat dan mainan-mainannya. foto: Sahabat Al-Aqsha

10

Pernah dengar istilah “cantik tapi gagah”? Nah adik manis yang di depan ini contoh sempurna. Begitu selesai hafal Al-Quran nanti, tak ada musuh yang berani mendekati. foto: Sahabat Al-Aqsha

11

Mimpi main perosotan di halaman Masjidil Aqsha. Mulai dulu dengan mimpi, lalu berjuang, lalu menang. In syaa’ Allah. foto: Sahabat Al-Aqsha

12

Wuuuzzz…. putar terus, sampai ke Tel Aviv. Lalu ngapain di sana? foto: Sahabat Al-Aqsha

13

Mainannya lebih banyak, sekolahnya lebih luas. Alhamdulillah. foto: Sahabat Al-Aqsha

14

Terkadang, untuk senyum pun tidak mudah. Dikepung sih. Tapi kalau sudah merapat begini, kami siap menyampaikan terima kasih. Doakan kami cepat besar ya.. foto: Sahabat Al-Aqsha

.

5) Jaminan Sosial untuk 10 orang penjaga Masjidil Aqsha selama 12 bulan. Ini adalah proyek yang baru akan dilaksanakan sesudah Ramadhan 1435. Sebagaimana diketahui secara luas, Masjidil Aqsha yang secara resmi berada di bawah pengelolaan Yayasan Masjidil Aqsha di bawah perlindungan Kerajaan Hasyimiah Yordanina, semakin sering mendapat gangguan keamanan dari penjajah zionis israel maupun pemukim-pemukim ilegal Yahudi di sekitarnya. Untuk itu diperlukan semakin banyak petugas keamanan sukarela yang bekerja penuh waktu untuk menjaga keamanan dan ketertiban Masjidil Aqsha.

 15

16

17

.

6) Halaqah-halaqah Tahfizhul Quran di Masjidil Aqsha. Ini juga baru akan dimulai sesudah Ramadhan 1435. In syaa Allah.

18

19

20