Bayangkan Kalau di Jakarta Ada Bis Khusus Jawa, Batak, Padang, Tionghoa… Begitulah Israel
5 March 2013, 12:30.

Warga Palestina di wilayah yang sepenuhnya dijajah zionis ‘Israel’ sedang mengantri naik bis khusus untuk orang Palestina. foto: Active Stills
JAKARTA, Selasa (SahabatAlAqsha.com): Penjajah Zionis ‘Israel’ meluncurkan dua jalur bis khusus warga Palestina di Tepi Barat yang terjajah hari Senin (4/3) kemarin. Kelompok HAM B’Tselem melihat langkah ini sebagai kebijakan rasis sementara Kementerian Transportasi ‘Israel’ menganggapnya sebagai sebuah “peningkatan kualitas pelayanan”.
“Memisahkan jalur bis untuk warga Palestina dan orang Yahudi adalah sebuah rencana yang menjijikan. Ini adalah tindakan rasis. Rencana ini tidak bisa dijadikan pembenaran untuk alasan keamanan atau jalur bis yang terlalu padat,” ujar direktur B’Tselem, Jessica Montell kepada sebuah radio militer.
Kementerian Transportasi ‘Israel’ mengatakan, kedua jalur khusus tersebut akan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik bagi para pekerja Palestina yang masuk ke ‘Israel’. “Kementerian Transportasi tidak mengeluarkan instruksi apa pun atau larangan yang mencegah para pekerja Palestina bepergian dengan transportasi publik ke ‘Israel’ juga ke Yudea atau Samaria,” ujar pernyataan kementerian.
“Kementerian Transportasi tidak punya hak mencegah para penumpang menggunakan transportasi publik,” ujar B’Tselem yang juga mengatakan prihatin atas sikap polisi-polisi ‘Israel’ di pos pemeriksaan di Tepi Barat yang meminta setiap penumpang Palestina untuk turun dari jalur bis biasa dan menyuruh mereka menggunakan jalur khusus yang baru.
Walikota permukiman ilegal Yahudi, Karnei Shomron, Herzl Ben-Zvi mengklaim bahwa “Jalur baru akan menjawab kebutuhan semua penumpang, baik warga Palestina maupun Yahudi karena jalur itu akan mengurangi kepadatan di dalam bis.”
November lalu, polisi ‘Israel’ menyuruh para pekerja Palestina turun dari bis, sesuai perintah dari para pemukim ilegal Yahudi. Walikota permukiman ilegal Yahudi, Ron Nachman menulis pada akun Facebook-nya tahun lalu bahwa ia bekerja sama dengan militer ‘Israel’, kepolisian dan Kementerian Transportasi untuk menghentikan bis-bis Palestina yang bergerak ke arah Ariel. “Kami semua sedang bekerja untuk mengatasi masalah ini dan kami harap dapat segera menemukan solusi untuk masalah yang mengganggu orang-orang kami,” kata Nachman dalam Facebook-nya.
Pemisahan bis berdasarkan ras di ‘Israel’ ini, mengingatkan orang pada Afrika Selatan di zaman apartheid. Dimana WC Umum, bis, taman, sekolah, bahkan rumah sakit, dipisahkan antara yang untuk orang kulit putih dan kulit berwarna.

Sebuah trem khusus orang non-kulit putih di Afrika Selatan di zaman apartheid. foto: Bridgmen Art
* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
