Turki: “Sejuta Dolar untuk Setiap Keluarga Syahid Mavi Marmara!” Israel: “Seratus Ribu Saja”

28 March 2013, 13:32.

YOGYAKARTA, Kamis (SahabatAlAqsha.com): Harian Ibrani Yediot Ahronot mengungkapkan, pemerintah penjajah zionis ‘israel’ dan Turki berselisih pendapat terkait jumlah kompensasi yang harus dibayarkan kepada keluarga sembilan warga Turki yang dibunuh zionis di kapal Mavi Marmara pada bulan Mei 2010. Seperti dilaporkan harian ini kemarin (27/3) kemarin, ada perbedaan besar dari kedua belah pihak terkait jumlah kompensasi dan mekanisme pembayaran kepada keluarga korban.

“ ‘Israel’ setuju membayar US$100.000 kepada setiap keluarga sementara Turki meminta US$1 juta per keluarga,” tulis harian itu seperti dikutip oleh kantor berita PIC (Palestinian Information Center). Zionis juga menginginkan agar Turki tidak mengirimkan langsung uang kompensasi tersebut kepada pihak keluarga.

Zionis minta uang itu ditransfer ke sebuah lembaga pendanaan kemanusiaan yang dikelola oleh pemerintah Turki. Dari sana, baru uang itu didistribusikan ke setiap keluarga korban. Menteri Kehakiman ‘Israel’, Tzipi Livni telah berdiskusi tentang masalah kompensasi ini dengan Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu hari Selasa kemarin. Kedua pihak sepakat membentuk komite gabungan untuk menyelesaikan masalah ini.

Perdana Menteri Turki Reccep Tayyip Erdogan menekankan permintaan maaf ‘Israel’ harus diikuti dengan pemberian kompensasi kepada keluarga korban. Permintaan maaf secara resmi kepada rakyat Turki, mengakhiri blokade di Gaza dan Tepi Barat serta mengizinkan masuknya barang-barang sipil.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

BACA JUGA catatan relawan Sahabat Al-Aqsha yang berada di kapal Mavi Marmara saat pembantaian itu terjadi: “Mengenal Sembilan Syuhada Mavi Marmara”

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hamas Peringatkan Zionis Konsekuensi Nodai Masjidil Aqsha
Muslim Amerika Gelar Sebulan Kampanye “Stop Bantuan AS untuk Israel” »