Tak Ada SMA untuk Murid Lelaki di Kamp Pengungsi Al-Maghazi, Gaza

30 March 2013, 07:10.

YOGYAKARTA, Sabtu (SahabatAlAqsha.com): Siswa SMA di kamp pengungsi al-Maghazi, Gaza Tengah kesulitan mendapat tempat belajar karena tidak adanya sekolah umum khusus laki-laki. Masalah dan kesulitan pada sistem sekolah publik di Jalur Gaza bukanlah hal baru namun di kamp al-Maghazi situasinya lebih sulit lagi.

Maan News melaporkan, untuk murid perempuan, hanya ada satu sekolah umum tingkat SMA yang beroperasi dua shift, yaitu pagi dan malam mengingat banyaknya jumlah siswi. Sejak kamp pengungsi ini berdiri, murid laki-laki terpaksa pergi ke kamp pengungsi Deir al-Balah dan Nuseirat setiap hari untuk bisa sekolah.

Muaz Ismail, seorang murid kelas sepuluh dari Al-Maghazi bersekolah di SMA al-Manfaluoti di Deir al-Balah. Lantaran keluarganya tidak mampu membayar ongkos transportasi, Ismail setiap hari pulang pergi berjalan kaki ke sekolah. Ini memakan waktu sekitar 1,5 jam untuk satu kali tujuan. Temannya, Mustafa al-Layy lebih beruntung karena keluarganya mampu mengalokasikan uang sekitar 70 shekel (US$20) setiap bulan untuk ongkos transport ke sekolah. Ia mengatakan, sesekali ia berjalan kaki bersama teman-temannya untuk menunjukkan simpatinya.

Terkait masalah ini, Direktur Proyek pada Kementerian Pendidikan, Basim Sharab mengatakan pembangunan sekolah untuk siswa SMA di al-Maghazi adalah salah satu prioritas kementerian. Disebutkan bahwa kementerian mendapatkan sebidang tanah dari otoritas Jalur Gaza yang akan dibangun gedung sekolah untuk para siswa SMA.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Masa Penyekapan Wartawan Mosab Shawer Diperpanjang
Pemukim Ilegal Ini Sengaja Latih Anaknya Menembak di Dekat Sekolah Palestina »