Haniyah di Kairo Bicarakan Pelanggaran Gencatan Senjata Zionis

1 April 2013, 12:01.

PM Palestina Ismail Haniyyah dan Presiden Mesir Mohammed Mursi. foto: Your Middle East

JAKARTA, Senin (SahabatAlAqsha.com): Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah berkunjung ke Kairo mulai Sabtu (30/3) untuk menyampaikan berbagai pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh zionis. Gencatan senjata itu dimediasi Mesir pada Nopember 2012 lalu, sesudah zionis ‘israel’ melancarkan serangan selama delapan hari.

Sekitar dua minggu lalu, gerakan Hamas juga telah menyampaikan kepada Mesir berbagai pelanggaran kesepakatan yang dilakukan zionis. Juru bicara Hamas, Taher al-Nunu mengatakan, Haniyah juga membicarakan masalah tawanan Palestina di penjara-penjara zionis serta hubungan Palestina-Mesir.

Hubungan antara pemerintah Palestina di Gaza dengan Kairo dikabarkan merenggang sejak Mesir menutup puluhan terowongan di perbatasan Gaza. Karena Jalur Gaza diblokade zionis, terowongan-terowongan ini kerap dipakai untuk menyelundupkan berbagai jenis barang kebutuhan warga Gaza dari Mesir. Alasan pihak keamanan Mesir, terowongan-terowongan itu dipakai untuk menyelundupkan senjata.

Sampai saat ini pemerintah Presiden Mohammed Morsi masih harus menghadapi kekuatan-kekuatan sisa rezim Mubarak di dalam tubuh angkatan bersenjatanya, yang sudah terbiasa selama 35 tahun terakhir menjalin persahabatan dengan angkatan bersenjata zionis ‘israel’.

Agenda pertemuan Haniyah lainnya untuk meluruskan tuduhan beberapa pihak di Mesir atas keterlibatan Hamas dalam serangan yang menewaskan sejumlah tentara Mesir di Semenanjung Sinai tahun lalu. Upaya rekonsiliasi antara Hamas dengan Fatah juga menjadi agenda lain pertemuan Haniyah di Kairo.

Konferensi Keamanan di Gaza

Sementara itu, sebuah konferensi tentang keamanan nasional Palestina yang pertama resmi dimulai pada Sabtu kemarin di kota Gaza. Konferensi itu antara lain diikuti oleh sejumlah tokoh penting negara Arab. “Hari ini kita akan melihat momen historis modern untuk membangun kembali apa yang telah hancur selama satu abad ini agar Palestina kembali menjadi kompas dan semangat untuk gerakan Arab,” ujar Ketua Konferensi Waddah Khanfar yang juga mantan Direktur Jenderal jaringan Al-Jazeera.

 

Suasana konferensi pertama tentang keamanan nasional Palestina di Jalur Gaza. foto: PIC

Ketua Komiter Media konferensi itu, Hani Al-Basous menambahkan, konferensi ini digelar untuk mempelajari secara ilmiah tantangan yang dihadapi keamanan nasional Palestina dan memberikan wawasan strategis kepada setiap pengambil keputusan Palestina.

Konferensi tersebut akan menyoroti pergesesan politik dan regional serta dampaknya terhadap Palestina. Di samping itu juga dibahas berbagai pelanggaran zionis ‘Israel’ di Al-Quds atau Yerusalem serta mengevaluasi berbagai pengalaman pemerintah dan pergerakan perlawanan di Palestina.

Selama dua hari, para peserta konferensi akan membahas sejumlah makalah terkait keamanan nasional Palestina dengan kepala peneliti dari pusat studi Al-Jazeera, Bashir Nafe’ah dan mantan penasihat Mesir, Muhammad Seif Addawla.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kemarin, Pemukim Yahudi Serang Kakek 80 Tahun Ini Sampai Patah Tulang, Lempari Bis Sekolah Sampai Tujuh Anak Luka-luka
UFree: “Lebih Seribu Orang Tawanan Palestina Sakit Jantung, Ginjal, Kanker Serius” »