Khalid Misy’al: Tujuh Agenda Terpenting Hamas Saat Ini

3 May 2013, 21:34.

Khalid Misy’al ketika untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Jalur Gaza, Desember lalu. foto: POMED

YOGYAKARTA, Jum’at (Middle East Monitor | SahabatAlAqsha.com): Dalam program wawancara mingguan Al-Jazeera “Tanpa Perbatasan” hari Rabu (1/5) lalu, wartawan senior Ahmed Mansour menggali apa saja yang menjadi agenda terpenting perjuangan Hamas (Harakah Muqawwamah Al-Islamiyah; gerakan perlawanan Islam Palestina) saat ini.

Berikut ini saripati yang disampaikan Khalid Misy’al yang baru terpilih untuk keempat kalinya sebagai Kepala Biro Siyasah Hamas.

Perlawanan. Mempromosikan perlawanan (Al-Muqawwamah) sebagai cara yang wajar bagi bangsa manapun yang dijajah sampai meraih kemerdekaannya. Termasuk perlawanan Palestina terhadap penjajahan Israel, dengan segala cara, ke segala arah, di dalam wilayah Palestina.

Al-Quds dan Masjidil Aqsha. Menyiarkan seluas mungkin, secara terus-menerus, berbagai kezhaliman yang ditimpakan kepada kota Al-Quds dan Masjidil Aqsha. Fokus kerja Hamas adalah melawan proses Yahudisasi yang sistematis dan perluasan pemukiman ilegal.

Tawanan. Memperjuangkan kebebasan seluruh tawanan Palestina yang disekap di penjara-penjara zionis ‘israel’.

Pengungsi. Memasukkan para pengungsi Palestina di luar wilayah Palestina untuk ikut berperan dalam mengambil berbagai keputusan penting dalam perjuangan kemerdekaan.

Hak untuk Kembali. Menegaskan kembali hak bagi rakyat Palestina yang terusir akibat penjajahan ini terjadi. Kapanpun mereka terusir dan sampai kapanpun mereka mengungsi, di dalam diri setiap orang itu ada hak yang harus diperjuangkan Hamas.

Masyarakat Internasional. Meningkatkan hubungan dengan masyarakat Arab dan internasional.

Rujuk Palestina. “Kami serius ingin mengakhiri perpecahan. Perjuangan ini lebih besar daripada Fatah dan Hamas. Rakyat sudah bosan berbicara tentang perpecahan.” Ada tiga landasan untuk rujuknya elemen-elemen perjuangan Palestina: menerapkan semua kesepakatan yang tercapai di Kairo dan Doha; rujuk berdasarkan mentalitas perlawanan untuk keenam agenda di atas terdahulu; dan membangun proses pengambilan keputusan dalam semangat kemitraan.

Ketika ditanya tentang posisi Hamas dengan “Musim Semi Arab”, Khalid Misy’al mengatakan, Hamas tidak akan ikut campur dengan urusan dalam negeri siapapun, tapi terus mendukung perjuangan rakyat meraih hak-hak dan kebebasannya.

Tentang hubungan dengan masyarakat Internasional, Khalid mengatakan, Hamas tidak ingin membangun hubungan dengan pemerintah-pemerintah Barat yang berhubungan akrab dengan penjajah Israel.

“Mereka cenderung arogan ketika bersentuhan dengan masalah Palestina,” katanya, “jadi kami cenderung membangun hubungan dengan rakyat biasa sambil memantau perilaku dan sikap pemerintahnya.”

Mengomentari usulan Liga Arab untuk menghidupkan kembali proses perdamaian yang di dalamnya mencakup pertukaran-pertukaran tanah, Khalid Misy’al menjawab dengan tegas, pihaknya menentang. “Kami menentang konsesi tanah sebagai kebijakan; kami tidak akan mengkompromikan tanah Palestina manapun (untuk diberikan kepada penjajah).”

Dalam wawancara itu Khalid Misy’al juga menyerukan dukungan masyarakat dunia untuk para pengungsi Palestina di Suriah yang kamp-kampnya telah berkali-kali diserang oleh pasukan-pasukan pemerintah.* (Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ‘Melanggar Izin’, Pengadilan Zionis Perintahkan Bongkar Masjid di Al-Quds Timur
Sheffield University Boikot Perusahaan Pro-‘Israel’, Keberhasilan Gerakan Mahasiswa Inggris »