Pasukan Keamanan Sinai Utara Ikut-ikutan Polisi Mogok, Pintu ke Gaza Masih Ditutup

21 May 2013, 14:43.

YOGYAKARTA, Selasa (SahabatAlAqsha.com): Pasukan Keamanan Sinai Utara melancarkan aksi mogok untuk menuntut pembebasan tujuh serdadu Mesir yang ditangkap pekan lalu dan mengancam akan bergabung dengan aksi protes di perbatasan Rafah.

Seperti dikutip dari Ahram Online, pasukan keamanan di lima stasiun polisi di Sinai Utara, yakni El-Hasna, Beir Abd, Nakhl, Sheikh Zowayid dan Arish dilaporkan mogok kerja pada Senin 20/5 kemarin. Sebanyak tujuh tentara Mesir yang terdiri dari seorang anggota pasukan bersenjata, empat penjaga gerbang dan dua orang petugas keamanan negara diculik di Semenanjung Sinai pada Kamis pekan lalu.

Hingga hari ini, terhitung sudah lima hari Mesir menutup Rafah yang merupakan pintu masuk ke Gaza sebagai bentuk protes penculikan tujuh tentara Mesir itu. Aksi protes ini dimulai pada Jumat pekan lalu dimana para polisi memasang kawat berduri di perbatasan Rafah lalu merantai gerbang. Pasukan Keamanan di penyeberangan El-Quga yang berbatasan dengan ‘israel’ juga mulai mogok pada Ahad 19/5 kemarin.

Militer Mesir mengirim puluhan kendaraan lapis baja di sepanjang Terusan Suez ke Sinai Utara pada Senin kemarin. Langkah ini diambil karena ada dugaan pasukan keamanan akan menyelamatkan para tahanan. Dalam keterangan pers hari Ahad, Presiden Mesir, Muhammad Morsi berjanji akan segera menyelamatkan para tentara dengan cara yang tetap menjaga wibawa negara.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Janda Syahid Mavi Marmara: ‘Pak Hakim, Sekarang Anda Kapten Kapalnya!’
Warga Gaza: ‘Sudah Lima Hari Ini Kami Dipenjara Total’ »