Zionis Yahudi Ratakan Desa Atir-Umm El-Hieran

27 May 2013, 09:32.
Jalan masuk ke desa Umm el-Hiran yang rumah-rumah warganya kemarin dihancurkan penjajah zionis dan warga Baduinya diusir. foto: Adalah

Jalan masuk ke desa Umm el-Hiran yang rumah-rumah warganya kemarin dihancurkan penjajah zionis dan warga Baduinya diusir. foto: Adalah

YOGYAKARTA, Senin (IMEMC | Electronic Intifada | SahabatAlAqsha.com): Desa Atir-Umm al-Hieran dianggap oleh pemerintah zionis Yahudi sebagai ‘desa tak dikenal’. Dan sejak tahun 2007 desa ini sudah berkali-kali dihancurkan zionis. Namun pekan lalu, sejumlah penduduknya mengatakan, sekitar 600 petugas ‘israel’ datang ke sana dan menghancurkan semuanya.

Seperti dikutip dari IMEMC (International Middle East Media Center), desa itu dihuni sekitar 50 orang dimana separuhnya adalah anak-anak. Semua penduduknya kini kehilangan tempat tinggal. Salah seorang penduduk berusia 18 tahun, Nour Abu al-Qian mengatakan kepada reporter, Jillian Kestler D’Amours bahwa, “Kali ini mereka menghancurkan semuanya.”

Berdasarkan laporan Kestler D’Amour di situs Electronic Intifada, Nour yang menyaksikan penghancuran dari awal sampai akhir menungkapkan bahwa para penduduk tidak punya waktu untuk menyelamatkan barang-barang mereka sebelum rumah dihancurkan.

D’Amours melanjutkan, “Nour kini tidur dengan berganti shift dengan keempat saudaranya di dalam tenda memakai kasur tipis dan selimut. Mereka tidur bersama debu-debu yang terbawa angin. Kata Nour, meski kondisi saat ini sangat sulit tapi mereka akan kembali membangun rumah-rumah dan tetap bertahan di sana.”

Pemerintah zionis tidak mau mengakui desa Badui yang sudah ada di padang pasir Negev selama ratusan tahun. Pemerintah zionis malah memaksa puluhan ribu penduduk asli Badui pindah ke kota lain yang dikelola pemerintah zionis yang tempatnya penuh dengan kemiskinan dan penyakit. Salah satu kota paling terkenal yang dikelola pemerintah zionis ini lokasinya berdekatan dengan tempat pembuangan sampah kota Al-Quds.

D’Amours menulis, “Sekitar 200.000 penduduk Badui Palestina tinggal di Negev. Meski mereka adalah 30% dari populasi di area itu, mereka hanya menempati 5% tanah di sana.”

Belum lama ini pemerintah zionis menyetujui rencana pengusiran dua lusin desa Badui yang tersisa. Rencana ini juga bersamaan dengan rencana pembangunan rumah, tempat belanja dan bisnis di desa itu.

Pada Januri 2013, Perdana Menteri ‘israel’, Benjamin Netanyahu mengatakan, “Tujuan dari keputusan ini adalah untuk mengakhiri keberadaan bangunan-bangunan ilegal milik orang Badui dan mengarah pada integrasi yang lebih baik dari orang-orang Badui ke masyarakat ‘israel’. Keputusan ini akan menguntungkan semua penduduk.”

Namun para penduduk Badui tidak setuju dengan rencana masa depan yang digambarkan oleh Netanyahu. Mereka juga telah meminta pemerintah zionis agar mengizinkan mereka tetap tinggal di rumah-rumahnya. Namun seperti sudah diduga permohonan ini diabaikan dan pemerintah zionis terus menghancurkan desa-desa Badui.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Anggota Parlemen Zionis Gelar Pernikahan di Halaman Masjidil Aqsha
Pemukim Ilegal Yahudi Semprot Racun 100-an Pohon Zaitun di Desa Burin »