Ismail Haniyah: ‘Kita Tidak Takut tentang Mesir’

6 July 2013, 08:10.
PM Palestina Ismail Haniyah. foto: Ahram

PM Palestina Ismail Haniyah. foto: Ahram

YOGYAKARTA, Sabtu (SahabatAlAqsha.com): Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah mengatakan bahwa perlawanan (Al-Muqawwamah) tetap satu-satunya pilihan dalam menyelesaikan persoalan penjajahan Palestina serta dalam menghadapi masa depan di tengah perubahan yang terjadi di Mesir. Haniyah mengatakan dia terus memantau perkembangan negara tetangga Palestina yang berbatasan dengan Gaza itu, dan berharap hubungannya dengan Gaza tidak berubah meskipun ada krisis.

Haniyah menyampaikan hal itu saat khutbah Jumat di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza Tengah Jumat (5/7) kemarin. “Kami tidak takut kehilangan tujuan kita, tidak ada ketakutan bahwa tujuan kita akan hilang dari agenda negara Islam. Meski kesulitan dan lingkungan yang berat terkadang dihadapi oleh negara Islam,” ujarnya, seperti dikutip dari kantor berita PIC (Palestinian Information Center).

Menurut Haniyah, tujuan Palestina memiliki tiga dimensi dan tidak ada hubungannya dengan keadaan yang berubah. Dimensi pertama adalah aqidah dan agama yang menghubungkan negara dengan masalah Palestina. Kedua, dimensi hubungan antara negara-negara Muslim dan Arab dengan masalah Palestina. Ketiga, dimensi kemanusiaan masalah Palestina di tengah kejahatan ‘israel’ terhadap rakyat Palestina.

Gaza dan para pejuang Palestina selama bertahun-tahun menghadapi sendiri penjajahan zionis. Sementara negara-negara lain sibuk dengan masalah internal mereka. Haniyah mengatakan, Gaza adalah contoh keberhasilan dari “Musim Semi Arab” (Arab Spring).

“Kami akan tetap teguh untuk mencapai kemenangan,” ujarnya. Haniyah menambahkan, rezim zionis terus berupaya mengambil alih Masjidil Aqsha dan anggota-anggota parlemen ‘israel’ menyerukan pembagian masjid suci itu untuk orang Yahudi dan umat Muslim, seperti yang mereka lakukan di Masjid Ibrahim.

Haniyah menegaskan, saat ini terdapat seratus sinagog ‘israel’ yang dibangun di sekitar Masjidil Aqsha sebagai upaya Yahudisasi zionis di kota suci. Ia menyerukan kepaTajuda seluruh warga Palestina di wilayah 1948 yang diduduki untuk mengintensifkan kehadiran mereka di Masjidil Aqsha. Haniyah kemarin juga mengungkapkan rasa empatinya terhadap para tahanan Palestina di penjara zionis, terutama tahanan yang tengah mogok makan, Abdullah al-Barghouthi.* (MR/ Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 50 Elemen Intelijen Zionis Berkeliaran di Masjidil Aqsha
Mesir Tutup Pintu Rafah »