Setelah Hina Jepang, Daniel Seaman Justeru Dipromosi?

25 August 2013, 10:36.

oleh Abraham Greenhouse, aktivis solidarita Palestina di New York

 

Daniel Seaman, kepala propaganda sosial media zionis, "Saya muak kepada LSM-LSM Jepang yang terus memperingati korban bom atom Hiroshima-Nagasaki." foto: Aljazeera Info

Daniel Seaman, kepala propaganda sosial media zionis, “Saya muak kepada LSM-LSM Jepang yang terus memperingati korban bom atom Hiroshima-Nagasaki.” foto: Aljazeera Info

YOGYAKARTA, Ahad (Electronic Intifada): Seperti dilaporkan situs Electronic Intifada pekan lalu, seorang pejabat ‘israel’ bernama Daniel Seaman yang merekrut mahasiswa ‘israel’ untuk menyebarkan berita-berita pro’israel’ secara online, telah dinonaktifkan dari jabatannya. Penonaktifan ini terjadi di tengah pernyataannya dalam akun Facebook-nya yang memicu konflik diplomatik dengan Jepang.

Dalam akun Facebook-nya, Seaman mengatakan bahwa ia ‘muak’ dengan kelompok-kelompok HAM Jepang yang memperingati korban bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Pernyataannya ini memicu protes dari duta besar Jepang di Tel Aviv. Program yang dilakukan Seaman itu kemungkinan satu dari banyak elemen perbaikan citra ‘israel’ di seluruh dunia senilai US$300 juta.

Pernyataan Seaman dalam akun Facebook-nya itu dipublikasikan oleh jurnalis Haaretz, Barak Ravid. Sejak berita itu dipublikasikan Haaretz menyerukan agar Seaman dipecat. Sementara Liel Liebovitz, penulis senior di majalah ‘israel’ Tablet menyatakan sebaliknya dengan membela pernyataan Seaman. Ravid melaporkan bahwa penasihat keamanan nasional perdana menteri ‘israel’, Ya’akov Amidror telah menyampaikan permintaan maaf resmi kepada kedutaan besar Jepang.

Ravid menyebutkan bahwa pernyataan Seaman dalam Facebook-nya memicu kemarahan dan perhatian luas dari media-media di Jepang. Namun menurut duta besar ‘israel’ di Tokyo, “Masih terlalu dini untuk menilai kerusakan citra ‘israel’ akibat insiden tersebut.”

Seperti dicatat Electronic Intifada, skandal ini terjadi hanya tiga pekan setelah Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida mengunjungi ‘israel’ untuk mendiskusikan perdagangan Jepang-‘israel’, termasuk eksplorasi gas alam dan sejumlah proyek konstruksi besar. Setelah kunjungan Kishida, namun sebelum terjadi skandal, situs pertahanan ‘israel’, i-HLS melaporkan tentang kemungkinan Jepang membeli pesawat tak berawak buatan ‘israel’.

Seaman pernah menjabat sebagai direktur jenderal Kementerian Diplomasi Publik dan Urusan Diaspora ‘israel’ yang ditutup Mei lalu kemudian digabung dengan Departemen Advokasi Nasional di Kantor perdana menteri. Meski kementerian ini sudah ditutup lebih dari tiga bulan yang lalu, akun Facebook-nya masih tetap aktif, termasuk adanya dua posting yang muncul setelah Seaman dinonaktifkan.

Tidak jelas siapa yang membuat posting itu. Dan tidak jelas juga mengapa akun Facebook tersebut masih tetap aktif. Beberapa waktu lalu, media The Times of ‘israel’ menyebutkan dalam artikelnya bahwa Seaman belum dipecat dan ada kemungkinan akan dipromosikan. The Times of ‘israel’ juga menyebutkan bahwa kemungkinan Seaman tidak akan dipecat dari pemerintahan karena senioritasnya.

Seaman sendiri sepertinya yakin bahwa konflik diplomatik yang dipicunya tidak akan mengancam jabatannya. Dan meski diperintahkan untuk tidak berbicara kepada publik, dalam situs jejaring sosial LinkedIn miliknya, Seaman telah menyebutkan posisi terbarunya saat ini. Seaman menulis, “Saat ini saya menjabat direktur senior pada media interaktif di kantor perdana menteri ‘israel’ di Yerusalem.” * (Electronic Intifada/MR)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kesehatan Dirar Abu Sisi Semakin Parah
Setelah Dirampas, Masjid Itu Kini Dijadikan Sinagog »