Aljazeera Siarkan Dokumenter Perampokan Gas Alam Mesir oleh Zionis Dibantu Rezim Mubarak
11 June 2014, 08:13.
KAIRO, Selasa (Electronic Intifada): Ketika penjajah zionis ‘Israel’ menyerang dan mengebom Gaza tanpa ampun selama tiga minggu pada Desember 2008 dan Januari 2009, energi yang diperlukan tentara ‘Israel’ untuk penyerangan tersebut bersumber dari Mesir. Fakta ini disiarkan dalam sebuah dokumenterinvestigasi “Energi Mesir yang Hilang” dari Aljazeera. Tayangan ini memberi wawasan baru tentang bagaimana kekayaan gas alam Mesir yang amat luas dicuri melalui kolusi antara penjajah zionis ‘Israel’ dan mantan diktator Mesir Husni Mubarak.
Dokumenter tersebut menjelaskan peranan Hussein Salem, rekan dekat Mubarak, dan Samih Fahmy, murid dari Salem, yang diangkat sebagai Menteri Energi Mesir di awal tahun 2000. Bersama dengan mantan agen Mossad ‘Israel’, Yossi Maiman, mereka mendirikan sebuah perusahaan bernama Gas Mediterania Timur (EMG) yang memegang hak tunggal untuk menjual bahan bakar Mesir ke ‘Israel’. Maiman pun mempekerjakan mantan pemimpin Mossad, Shabtai Shavit, untuk menjadi eksekutif senior EMG. Maiman telah mendapat keuntunganmiliaran dolar dari korupsi sumber daya alam Mesir ini.
Ketika harga yang beredar di dunia internasional untuk tiap juta unit termal Inggris (MBTU) adalah $12.60, Mesir menjual gas ke perusahaan EMG hanya seharga $1.50 per MBTU. Harga yang teramat rendah sehingga skandal ini membuat Mesir rugi 11 miliar dolar Amerika. Menteri Energi ‘Israel’ pada saat itu, Yosef Paritzky, membantah dan mengatakan bahwa harga tersebut diatur secara rahasia. Perusahaan lain, MIDOR, juga dibentukoleh intelijen Mesir dan ‘Israel’ yang mendirikan dua kilang minyak milik ‘Israel’ di Mesir untuk kepentingan militer.
Para analis yang diwawancarai dalam dokumenter tersebut menyatakan, sektor energi Mesir yang korup memainkan peran kunci dalam menciptakan kerusuhanyang mengarah ke kudeta militer tahun lalu. Hal ini masuk akal, karena kekurangan bahan bakar parah yang dilaporkan ketika Mesir berada di bawah pimpinan presiden terpilih Muhammad Mursi, langsung terselesaikan dalam hitungan hari setelah Mursi digulingkan.
Setelah peristiwa kudeta terhadap Mursi, pipa yang membawa gas untuk penjajah zionis ‘Israel’ diledakkan hingga belasan kali hingga akhirnya aliran gas tersebut dihentikan oleh tentara Mesir. Penghentian aliran gas tersebut melanggar perjanjian antara tentara Mesir dengan EMG dan Israel’ sehingga kasusnyadibawa oleh EMG dan Maiman ke pengadilan arbitrase internasional. Mesir mungkin akan berutang miliaran dolar terhadap perusahaan EMG dan penjajah zionis ‘Israel’.
Para pengamat dan analis asal ‘Israel’, termasuk Paritzky, memandang kembali berkuasanya militer Mesir di bawah pimpinan Abdul Fatah al-Sisi adalah hal yang baik. “Militer Mesir adalah mitra kami di kawasan ini,” kata Paritzky.
Hal terburuk yang bisa terjadi adalah akibat kesalahan pengurusan sektor energi, Mesir mungkin justru akan mengimpor gas dari sumber gas yang baru ditemukan oleh maritim ‘Israel’.
Ini adalah berita yang sangat menyedihkan, tetapi penting untuk diketahui demi memahami situasi yang telah merampok kekayaan alam Mesir. Ini juga merupakan peringatan bahwa cadangan gas yang amat banyak di Gaza bisa menjadi harta karun bagi rakyat Palestina, atau justru berakhir digelapkan secara sia-sia oleh pemimpin yang tidak bertanggung jawab.* (Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
