“Aku rindu Boneka dan Gaun Merahku”
9 November 2014, 08:58.

Shaed Naem (kiri), 12, Tasneem (tengah), 9, dan Saja (kanan), 11, dari Beit Hanoun. Shaed, “Aku merindukan posterku.” Tasneem, “Aku merindukan bonekaku”. Saja, “Aku ingin bajuku.” Foto-foto: Aljazeera
GAZA, (Aljazeera): Lebih dari 108.000 warga Palestina kehilangan rumah mereka pada serangan terakhir ‘Israel’ ke Jalur Gaza. Agresi yang disebut dengan Operation Protective Edge itu mengakibatkan lebih dari 60.000 rumah hancur dan tidak layak tinggal. Kondisi tersebut membuat satu dari empat warga Gaza terpaksa mengungsi. Sekitar 110.000 orang masih terlantar dan kebanyakan dari mereka adalah anak kecil.
Bagi anak-anak, kamar mereka adalah tempat paling aman. Dunia kecil mereka. Akan tetapi, semuanya telah dihancurkan oleh ‘Israel’ pada musim panas lalu. Berdasarkan laporan PBB, membutuhkan waktu 20 tahun untuk membangun kembali rumah yang rusak parah.
Kalau kita tanyakan pada anak-anak Gaza, “Apa yang paling kamu rindukan dari kamarmu?” Apa kira-kira yang akan mereka katakan?
Inilah ungkapan kekecewaan anak-anak Gaza atas kehilangan satu-satunya tempat yang mereka rasa aman. Dunia kecil mereka. Kamar tidur mereka….

Sanabel (10) dan adiknya Haifa (6) di Shujaiyah. “Aku sangat merindukan boneka Teddy Bear-ku,” ujar Sanabel. Sementara Haifa, “Aku merindukan bonekaku.”

Abdallah (6) dari Beit Hanoun, “Aku rindu playstation-ku.”

Malak (3) dari Shujaiyah, “Aku merindukan bonekaku.”

Khalil (6) dari Shujaiyah, “Aku sangat merindukan layang-layang merahku.”

Yarra Ziada (9) dari Syujaiyyah, “Aku sangat merindukan gaun merah kesayanganku.” Hingga kini ia masih sangat takut penyerangan terjadi lagi.

Mohammed (11) berasal dari Beit Hanoun. “Aku sangat merindukan buku dan komputer milikku.” Apartemennya adalah salah satu dari 90 apartemen yang dihancurkan oleh Israel di Al-Nada Towers.
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
