Serdadu ‘Israel’ Tembak Bocah Palestina Hingga Buta
16 November 2014, 10:28.

Pasukan zionis -termasuk pasukan yang menyamar sebagai warga Palestina- menahan paksa seorang anak Palestina di Al-Quds Terjajah pada 24 Oktober 2014. Foto: Salih Zeki Fazlioglu
AL-QUDS TERJAJAH, (Al-Akhbar|Sahabat Al-Aqsha): Pasukan Zionis ‘Israel’ (IOF) menembak seorang anak berumur 11 tahun dengan peluru karet saat terjadi kerusuhan di timur Al-Quds Terjajah. Seorang warga setempat menyampaikan pada Ma’an News, tembakan itu menyebabkan salah satu mata sang bocah buta.
Mohammed Abu Al-Hummus, salah seorang anggota komite setempat, memberitahu Ma’an News bahwa Saleh Samer Attiyeh Mahmoud telah ditembak dari jarak dekat oleh serdadu ‘Israel’ dengan peluru karet di Al-Issawiya, Kamis (13/11) lalu.
Tembakan itu mengenai pelipis di antara kedua matanya dan menyebabkan perdarahan di hidung, serta mengakibatkan mata kiri Saleh buta. Fungsi penglihatan mata sebelah kanannya pun mengalami penurunan parah.
Para penduduk desa di timur Al-Quds Terjajah memprotes penutupan tiga dari empat pintu masuk di desa tersebut oleh pasukan zionis ketika kejadian tersebut terjadi.
Sementara itu, sebuah organisasi hak asasi manusia ‘Israel’ menuduh polisi dan penjaga perbatasan sebagai “dalang” dari menyebarnya banyak protes yang dilakukan warga Palestina di Al-Quds Terjajah.
“Asosiasi hak warga sipil ‘Israel’ telah berulang kali memperingatkan polisi dalam beberapa bulan terakhir tentang penyimpangan serius dalam pelaksanaan di lapangan yang dilakukan polisi dan polisi pos pemeriksaan terhadap penyebaran kerusuhan dan demonstrasi di timur Al-Quds Terjajah,” kata kelompok tersebut. “Peringatan ini juga terfokus pada penggunaan peluru karet yang bertentangan dengan peraturan polisi,” tambah mereka.
Peraturan tersebut menyatakan bahwa penggunaan peluru karet adalah untuk mencederai bagian tubuh bawah. Namun, berdasarkan laporan yang mereka terima, terindikasi bahwa pasukan ‘Israel’ yang beroperasi di timur Al-Quds Terjajah telah menembak bagian tubuh atas warga dan juga menembak wartawan.
Apa itu peluru karet? Peluru yang terbuat dari plastik yang sangat padat dengan karet busa di ujungnya dan ditembakkan dari senjata. Polisi ‘Israel’ menggunakan peluru tersebut di daerah Palestina dan timur Al-Quds Terjajah karena peluru besi dilarang digunakan. Peraturan protokol juga melarang menembakkan peluru tersebut di bagian tubuh atas.
Aksi kekerasan yang dilakukan oleh pasukan zionis dan penduduk Yahudi terhadap anak Palestina seringkali dianggap musibah. Tentu saja, kekerasan tersebut juga disetujui oleh pihak otoritas zionis ‘Israel’.
Berikut ini sebagian kecil daftar kejahatan ‘Israel’ terhadap anak-anak Palestina:
-UNICEF mengungkapkan dalam 22 halaman laporan bahwa mulai lebih dari satu dekade lalu, pasukan zionis telah menahan, menginterogasi dan menyiksa sekitar 7.000 anak Palestina berumur antara 12 dan 17 tahun. Itu berarti sama dengan dua anak per hari. Mayoritas dari mereka adalah anak lelaki.
Tak heran pada tahun 2013 UNICEF melaporkan, ‘Israel’ adalah satu-satunya negara yang secara resmi mengadili anak di bawah umur di pengadilan militer yang diketahui menggunakan cara yang kejam, tidak manusiawi dan melakukan pelecehan.
-Bentuk kekerasan lain yang dilakukan ‘Israel’ terhadap bocah-bocah Palestina adalah tabrak lari. Oktober lalu, Enas Shawkat Dar Khalil yang berumur lima tahun terbunuh ditabrak lari oleh seorang pemukim Yahudi di utara kota Ramallah. Terdapat empat anak lain di bawah umur 17 tahun diserang secara membabi buta dengan motif yang sama. Masih di bulan Oktober tahun ini, sekitar 12 anak di bawah umur 16 tahun terluka saat terjadi kerusuhan dengan pasukan zionis.
-Berdasarkan laporan dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada bulan Oktober, lebih dari 390 warga Palestina termasuk 24 wanita dan anak-anak dipenjara. Sementara 327 lainnya ditahan, termasuk 41 wanita dan anak-anak di pos pemeriksaan militer di daerah jajahan ‘Israel’.
-Laporan dari Departemen Otoritas Palestina di Bidang Urusan Tahanan di bulan Oktober menunjukkan, terdapat lusinan warga Palestina berkasus ringan yang dipenjara dan dipukuli oleh ‘Israel’ selama berada dalam tahanan.
-Dua minggu lalu, pasukan zionis menahan empat anak Palestina, berumur 13 sampai 16 tahun, karena dituduh melempar batu ke mobil serdadu ‘Israel’. Mereka juga coba menangkap anak berumur dua dan sembilan tahun karena diduga melempar batu.
Pada tahun 2013, tujuh tentara zionis menahan anak berumur lima tahun karena diduga telah melempar batu ke arah mobil penduduk zionis di pos pemeriksaan dekat Hebron. Di tahun yang sama, pasukan zionis menangkap empat anak Palestina berumur lima sampai sembilan tahun di Tepi Barat.
-Berdasarkan laporan organisasi Perlindungan Anak Internasional (DCI) yang dipublikasikan pada bulan Mei 2014, ‘Israel’ menahan 20 persen anak Palestina dalam kurungan isolasi yang tidak bisa dikunjungi. DCI mengatakan, lama kurungan isolasi tersebut paling sedikit 10 hari. Kurungan terlama yang tercatat dalam satu kasus adalah 29 hari pada tahun 2012 dan 28 hari pada tahun 2013.
-Pusat Informasi Kemanusiaan ‘Israel’, B’Tselem melaporkan pada akhir Agustus 2014 sekitar 201 warga Palestina dengan kasus ringan ditahan di penjara ‘Israel’ yang sama dengan penjara tawanan kasus berat. Sementara 20 tawanan lainnya dipenjara di Penjara Pusat Pelayanan ‘Israel’ karena dituduh berada di wilayah ‘Israel’ secara ilegal.
-Berdasarkan laporan dari Euro-Mid Observer for Human Rights, pasukan zionis telah menahan sedikitnya 3.000 anak Palestina dari awal 2010 sampai pertengahan 2014 dan kebanyakan berumur antara 12 dan 15 tahun. Laporan tersebut juga disertai dokumentasi video pernyataan dari lusinan anak yang ditahan pada awal tahun 2014. Sekitar 75 persen anak yang ditahan mengalami penyiksaan fisik dan 25 persennya diadili di pengadilan militer.
-Pelanggaran terkejam adalah dengan cara penyiksaan psikis-fisik. ‘Israel’ menyuruh anak-anak Palestina duduk di kursi, kemudian tangan dan kaki mereka dirantai. Sementara kepala mereka ditutupi dengan kantong busuk dan anak-anak itu dilarang tidur.
Aktivis Palestina Murad Ashtiye mengatakan kepada AFP, ketika tentara zionis menahan anak-anak dan mengikat tangan mereka di belakang badan, itu termasuk bentuk dari penganiayaan terhadap anak.* (Ma’annews, AFP, Al-Akhbar|Sahabat Al-Aqsha/Bagas)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
