Meski Sudah Menangis dan Gemetar Ketakutan, Tentara Zionis Tetap Paksa Tangkap Dua Bocah Palestina Ini
23 December 2014, 09:05.

Seorang tentara mencengkram baju salah seorang anak (foto dari video CPT)
HEBRON, (IMEMC): Relawan Christian Peacemaker Team (CPT) merekam kejadian penangkapan dan penahanan dua anak kecil oleh tentara Zionis pada Rabu (17/12) pagi di Hebron. Kerabat yang ada di tempat kejadian mencoba membela mereka. Anak-anak itu menangis dan gemetar ketakutan. Tak peduli, tentara tetap membawa paksa Mohammed Taha Nabil dan Akram Zayed Al-Jamal ke dalam mobil van.
Ibu salah seorang anak diperbolehkan ikut masuk mobil van tersebut. Sementara seorang lelaki tua yang merupakan kerabat dari anak-anak tersebut menangis karena usahanya membebaskan mereka gagal.
Para tentara Zionis menuduh dua anak laki-laki tersebut melempar batu, meski tanpa bukti. Nabil dan Zayed tampak gemetar dan menangis ketika polisi perbatasan Zionis ‘Israel’ memeriksa mereka selama tiga puluh menit di pos pemeriksaan Qitoun 209 di Hebron. Setelah itu anak-anak tersebut dipaksa masuk ke dalam mobil van putih dan mereka dibawa pergi ke tempat yang tidak diketahui.
Menurut relawan Christian Peacemaker Team, “Kedua anak itu disembunyikan di belakang pos pemeriksaan militer. Ketika kendaraan militer ‘Israel’ datang untuk mengambil anak-anak ke kantor polisi, mereka menyeret baju anak laki-laki tersebut secara kasar ketika orangtuanya berusaha meminta anaknya tidak dibawa. Seorang ibu dari salah satu anak itu akhirnya bisa menemani mereka ke kantor polisi dan berusaha menenangkan mereka selama mengalami kejadian traumatis ini.”
Pasukan ‘Israel’ memang sering menargetkan anak-anak untuk diculik dan diinterogasi, padahal hukum internasional melarang praktik ini. Pusat Euro-Mid untuk Hak Asasi Manusia (Euro-Mid Center for Human Rights) mendokumentasikan banyak praktik hukuman, penahanan ilegal, dan pelanggaran perjanjian internasional terhadap anak-anak Palestina yang dilakukan oleh pasukan ‘Israel’.
Menurut Lembaga Tahanan Palestina, sekitar 221 anak Palestina kini ditawan di penjara-penjara ‘Israel’. Yakni, sekitar 100 anak dimasukkan ke penjara Ofer, 43 di penjara Hasharon dan 78 di penjara Megiddo. Sebagian besar dari mereka mengalami kekerasan fisik selama interogasi dan ditahan tanpa memerhatikan hak-hak mereka sebagai anak-anak. * (IMEMC | Sahabat Al Aqsha/Bag)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
