Rakyat Palestina Tolak Pembelian Gas Zionis
19 February 2015, 18:48.

Foto: PIC
RAMALLAH, Kamis (PIC): Sejumlah aktivis Palestina yang mewakili lembaga pemerintah dan rakyat menyatakan menolak pembelian gas Zionis. Seperti diketahui, pemerintah otoritas Palestina dan perwakilan sektor swasta bersama Zionis telah menandatangani kesepakatan impor gas alam dari penjajah pada 1 Mei 2014 sebesar 1,2 miliar dolar selama 20 tahun.
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh para aktivis gerakan BDS (Boikot, Divestasi dan Sanksi), Selasa (17/2) lalu, mereka menuntut dihentikannya ketergantungan Palestina terhadap Zionis. Juga menyerukan eksplorasi ladang gas lepas pantai Gaza dan pemanfaatannya secara lokal. Para aktivis menganggap masih banyak negara yang bisa dijadikan alternatif pengimpor gas dan bahan bakar selain Zionis, yakni Qatar, Turki atau Venezuela. Dengan demikian, Zionis bukanlah satu-satunya pilihan.
Koordinator gerakan BDS juga mengungkapkan, ada kerja sama antara kampanye boikot yang diluncurkan di Palestina dan Yordania untuk menekan pemerintah kedua negara membatalkan kesepakatan pembelian gas dengan Zionis.
Anggota Komite Pusat Gerakan Fatah, Abbas Zaki menganggap pembelian gas Zionis sebagai kesalahan nasional dan strategi. Zaki berpendapat, kesepakatan yang ditandatangani tahun lalu itu akan membuat Zionis kian berkuasa mengendalikan perekonomian Palestina.
Di saat yang sama, Ketua Aliansi untuk Transparansi (AMAN) Dr Azmi Syu’aibi mengatakan, pemerintah otoritas Palestina menolak memberikan salinan perjanjian awal kepada lembaganya. Alasannya, perjanjian itu merupakan hubungan ekonomi antara lembaga sektor swasta Palestina dan Zionis.
Namun realitanya, kata Syu’aibi, pemerintah otoritas Palestina adalah partner utama dalam perjanjian ini melalui Dana Investasi Palestina, yang merupakan lembaga semi pemerintah dan bekerja dengan menggunakan dana warga Palestina.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
