Tawanan Ini Dipukul Kepalanya Sampai Buta dan Bisu
7 March 2015, 18:00.

Foto: PIC
RAMALLAH, Sabtu (PIC): Pusat Studi Tawanan dan HAM, Ahrar, mengungkapkan bahwa tawanan Palestina Ibrahim Jamal kehilangan penglihatan dan kemampuan berbicara setelah dipukul di bagian kepalanya di penjara Eshel. Pusat Studi meminta pada institusi hak asasi manusia termasuk Dokter Tanpa Batas dan Dokter untuk Hak Asasi Manusia dan Anggota Parlemen Arab di Knesset untuk segera melakukan intervensi demi menyelamatkan hidup tawanan.
Juru bicara untuk para tawanan Palestina di penjara Eshel, Muammar Shahrur meminta pada institusi HAM internasional untuk memikul tanggung jawab moral mereka dan secara serius berupaya menyelamatkan Jamal sebelum terlambat.
Usai mengunjungi suaminya di penjara, istri Jamal mengungkapkan kepada Ahrar, “Dia tidak bisa bicara maupun melihat.” Istrinya juga bercerita, Jamal dipindahkan ke klinik penjara setelah ia tak sadarkan diri. “Dia tidak mendapatkan perawatan medis apapun, meski terluka di dalam penjara,” tambah istrinya.
Ketua Ahrar, Fuad al-Khuffash mengatakan bahwa Jamal sangat menderita akibat penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Al-Khuffash menekankan, Jamal harus segera mendapat perawatan yang layak dan Zionis segera membebaskannya. Jamal, ayah dari enam anak itu ditangkap Zionis pada 17 September tahun lalu.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
