Ribuan Tawanan Palestina Terpaksa Berlebaran di Dalam Penjara Zionis
23 July 2015, 08:24.

Foto: PIC
JENIN, Kamis (PIC): “Kau tak tahu rasanya punya anak yang meringkuk di penjara Zionis saat kaum Muslim lainnya di seluruh dunia merayakan Idul Fitri,” kata Hajja Eisha, ibu seorang tawanan dengan berlinang airmata penuh kesedihan dan penderitaan. Hajja Eisha meratapi kondisi tragis yang diderita anaknya, Udai Estiti, yang mendekam di sel isolasi penjara Zionis, Eshel.
“Tahun ini kami mensyukuri ‘Id dengan kesedihan mendalam di hati dan jiwa kami. Bagaimana mungkin kami bisa bersenang-senang sementara anak kami kelaparan?” ungkap Eisha.
“Anak saya merupakan satu dari ribuan tawanan yang tersiksa di penjara Zionis. Setidaknya, 6.000 keluarga tawanan bersedih pada hari ‘Id,” kata ayah dari Estiti.
Senada dengan keluarga Estiti, keluarga tawanan Abu Mos’ab juga turut berduka atas pengalaman mengerikan yang harus ditanggung Abu Mos’ab. “Suami saya dipenjara lebih dari 15 tahun di penjara Zionis,” kata istri Mos’ab. “Luka yang diakibatkan oleh ketidakhadiran Mos’ab pada hari ‘Id hanya bisa disembuhkan dengan pembebasannya dari penjara,” ungkapnya.
Lebih dari 6.000 tawanan Palestina terpaksa ber-Idul Fitri di penjara-penjara Zionis. Meski menderita, mereka tak pernah kehilangan asa. “Selama masih ada kehidupan, masih ada harapan,” teriak seorang tawanan dari balik penjara.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
