Bertemunya Dua Keluarga yang Anak-anaknya Mati Dibakar Teroris Yahudi
6 August 2015, 15:59.

Keluarga menggotong jenazah bayi Palestina, Ali Saad Dawabsheh (18 bulan), 31 Juli lalu. Foto: AFP/Thomas Coex
BAITUL MAQDIS, Kamis (Ma’an News Agency): Orangtua Muhammad Abu Khdeir, remaja Palestina yang tewas dibakar ekstremis Yahudi tahun 2014, menjenguk kerabat, ibu dan kakak bayi Ali Dawabsheh. Orangtua Abu Khdeir mengatakan, Senin (3/8) lalu mereka mengunjungi kerabat keluarga Dawabsheh di desa Duma, Tepi Barat, tempat serangan mematikan terjadi. Esoknya, mereka pergi ke RS Tel Hashomer di Tel Aviv untuk mengunjungi ibunda sang bayi, Riham, dan kakaknya, Ahmad (4).
Seperti diketahui, keduanya menjalani perawatan di RS Tel HaShomer di Tel Aviv, sementara ayah sang bayi, Saad, dirawat di Pusat Medis Soroka di kota Beersheba, selatan ‘Israel’. “Kami lebih dulu mengunjungi keluarga Dawabsheh di Duma untuk menyampaikan belasungkawa, kemudian mengunjungi anggota keluarga yang dirawat di Tel Hashomer,” kata ayah Abu Khdeir pada Ma’an.
“Pesan yang kami sampaikan pada mereka adalah mereka tidak boleh kehilangan asa, meskipun kesedihan menyelimuti mereka.” Ia mengatakan, serangan pembakaran yang menimpa keluarga Ali membawa kembali kenangan pahit yang ia dan istrinya rasakan atas pembunuhan brutal yang menimpa anak mereka musim panas tahun lalu. Muhammad Abu Khdeir (16) diculik dan dibakar hingga tewas oleh ekstremis Yahudi pada 2 Juli 2014 di Timur Baitul Maqdis terjajah. Insiden tersebut memicu demonstrasi massal dan protes keras masyarakat internasional.
Tiga teroris Yahudi tahun lalu menculik dan membakar hidup-hidup Muhammad Abu Khdeir. Motifnya adalah balas dendam atas terbunuhnya tiga pemukim Yahudi beberapa minggu sebelumnya. Menurut pengakuan ketiganya, mereka menculik Muhammad (16), memukuli kepalanya menggunakan benda keras, dan membawanya ke hutan terdekat dimana mereka memompakan bensin ke dalam perutnya. Kemudian, mereka menyiramkan bensin ke sekujur tubuh Muhammad dan membakarnya. Setelah itu, ketiganya dikabarkan menuju ke perkampungan Yahudi di Tepi Barat dimana mereka melakukan pesta untuk merayakan kejahatan mereka.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
