Jelang Hari Raya Yahudi, Penjajah Zionis Kerahkan Pasukan di Baitul Maqdis

22 September 2015, 10:21.
Pasukan khusus penjajah Zionis berpatroli di sebuah jalan di Jabel Mukaber, kawasan Palestina di Timur Baitul Maqdis, 18 September 2015. Foto: AFP/Thomas Coex

Pasukan khusus penjajah Zionis berpatroli di sebuah jalan di Jabel Mukaber, kawasan Palestina di Timur Baitul Maqdis, 18 September 2015. Foto: AFP/Thomas Coex

BAITUL MAQDIS, Selasa (Ma’an News Agency): Penjajah Zionis kemarin (21/9) menyatakan, ribuan petugas penjajah akan dikerahkan di Timur Baitul Maqdis terjajah menjelang hari raya Yahudi Yom Kippur dan Idul Adha. Pengerahan pasukan ini masih berkaitan dengan bentrokan tiga hari berturut-turut di kompleks Masjidil Aqsha pekan lalu.

Terkait kerusuhan pekan lalu di Al-Aqsha, penjajah menangkap sekitar 21 warga Palestina Ahad (20/9) malam di Timur Baitul Maqdis. Penangkapan itu menambah 39 orang lainnya yang telah ditangkap di Tepi Barat dan Timur Baitul Maqdis.

Yom Kippur dimulai Selasa malam nanti dan berakhir hingga Rabu petang. Diperkirakan ribuan warga Yahudi akan mengunjungi Tembok Barat yang berada di kompleks Al-Aqsha di Baitul Maqdis, Kota Lama. Sementara Idul Adha akan dimulai pada Rabu dan berlanjut hingga Ahad. Mulai Senin malam, Zionis akan membatasi lalu lintas di sekitar Kota Lama dan memberlakukan pos pemeriksaan.

Bentrokan terjadi pekan lalu karena warga Yahudi merayakan Tahun Baru mereka atau Rosh Hashanah di kompleks Masjidil Aqsha. Penjajah mengatakan mereka menggerebek kompleks Masjidil Aqsha untuk menghentikan warga Palestina yang membarikade diri mereka sendiri di dalam masjid untuk “mengganggu” kunjungan warga Yahudi dan turis. Saat bentrokan terjadi, penjajah menembakkan gas airmata, granat kejut, dan peluru baja berlapis karet ke arah para jamaah Palestina. Sementara warga Palestina hanya melemparkan batu, mercon dan bahan lainnya ke arah penjajah.

Terjadi pula bentrokan sengit di jalan-jalan kecil Baitul Maqdis, Kota Lama, di luar kompleks Masjidil Aqsha. Kerusuhan selanjutnya terjadi Jum’at lalu di Tepi Barat terjajah dan secara sporadis di Timur Baitul Maqdis. Segera sesudah terjadinya bentrokan, Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menyatakan “perang” terhadap warga Palestina yang melempar batu. Ia mengumumkan hukuman keras bagi para pelempar batu di sebuah rapat darurat para menteri dan pejabat keamanan Selasa malam lalu.

Dalam rapat tersebut, Netanyahu juga meminta Jaksa Agung Zionis mengizinkan penjajah Zionis menerapkan regulasi melepaskan tembakan di Tepi Barat, termasuk tembakan penembak jitu dan penggunaan senapan Ruger 0.22 inci sesuai dengan jangkauan penembak jitu. Berulang kali Netanyahu menyatakan ia berkomitmen atas status quo kompleks Masjidil Aqsha. Padahal, kompleks Masjidil Aqsha jelas-jelas milik ummat Islam.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Seorang warga Palestina tersungkur di lorong kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis Kota Lama karena berkelahi dengan penjajah, 14 September 2015. Foto: AFP/Thomas Coex

Seorang warga Palestina tersungkur di lorong kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis Kota Lama karena berkelahi dengan penjajah, 14 September 2015. Foto: AFP/Thomas Coex

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« (Foto) Indonesia-Malaysia Kirim Paket Makanan ke Kamp Yarmouk di Suriah
Demi Perayaan Hari Besar Yahudi, Zionis Larang Warga Palestina Masuk Masjidil Aqsha »