Penjajah Zionis Diam-diam Letakkan Pisau di Samping Jasad Pemuda Palestina?

18 October 2015, 21:12.

PALESTINA, Ahad (Electronic Intifada): Sebuah video yang dipublikasikan kelompok Pemuda Menentang Permukiman (YAS) di media sosial menunjukkan momen-momen setelah seorang pemukim ilegal Yahudi menembak mati seorang remaja Palestina di Al-Khalil, kemarin (17/10). Dalam video itu nampak seorang serdadu menyerahkan sebuah benda ke serdadu lainnya, kemudian menaruhnya di dekat jasad remaja Palestina tersebut. Tak pelak, video itu memunculkan kecurigaan bahwa para serdadu meletakkan sebuah pisau.

Insiden ini terjadi pada hari ketika lima warga Palestina dibunuh oleh pasukan penjajah Zionis. Tentu saja ini menambah jumlah korban tewas sejak awal bulan ini yang mencapai lebih dari 40 orang. Dalam video terlihat pemukim ilegal Yahudi yang membunuh pemuda Palestina itu berjalan berkeliling dengan senapannya. Menurut kantor berita Ma’an, pemuda Palestina berusia 18 tahun itu bernama Fadil Qawasmi. Insiden penembakan terjadi di pusat kota Al-Khalil, Jalan Syuhada.

Menurut Ma’an, “Warga Palestina hanya bisa memasuki jalan tersebut jika telah melintasi pos pemeriksaan militer Zionis yang menggunakan pendeteksi logam. Tak heran muncul kecurigaan di kalangan warga setempat tentang mungkinkah Qawasmi membawa pisau.” Ma’an melaporkan bahwa warga setempat, Mufid Sharabati mengatakan, pemukim ilegal Yahudi menembak pemuda itu di dekat permukiman Zionis, Beit Hadassah.

Sharabati menambahkan, “Para tenaga medis Bulan Sabit Merah Palestina tiba di tempat kejadian, namun serdadu Zionis tidak mengizinkan mereka menolong pemuda itu. Kemudian, para serdadu menutupi wajah pemuda itu dan membawanya dengan ambulans ke tempat yang tak diketahui.”

Menurut Wattan TV, rumah Sharabati kemudian digerebek oleh pasukan penjajah Zionis. Komputer, telepon genggam, serta kamera miliknya disita.

Pandai Berdalih

Juru bicara tentara Zionis Peter Lerner berupaya mengendalikan “kerusakan” yang diakibatkan meluasnya peredaran video tersebut. Lerner bercuit di media sosial bahwa benda yang diserah terima antarserdadu adalah radio yang digunakan untuk melaporkan insiden tersebut. Jika dilihat dengan teliti, video menunjukkan bahwa apa yang nampak seperti radio diserahkan oleh seorang serdadu kepada serdadu lain yang berdiri di dekat jasad Qawasmi pada detik ke delapan. Namun, pada detik ke 12 benda lain diberikan kepada seorang serdadu dan ia nampak menjatuhkannya di dekat jasad pemuda Palestina itu.

Pemuda Terus Dibunuh

Al-Khalil kembali menjadi saksi mata pembunuhan dua remaja Palestina, kemarin (17/10). Mereka adalah Bayan Ayman Abd al-Hadi al-Esseili (17) dan Mutaz Ahmad Uweisat (16).

Aktivis setempat, Raed Atrash mengungkapkan pada Wattan TV bahwa para saksi mata melihat pasukan Zionis melepaskan tiga tembakan ke arah Bayan dari jarak dekat dan kemudian melarang tim medis menolong gadis itu. Menurut kantor berita Ma’an, pasukan penjajah Zionis mengklaim gadis itu coba menikam seorang serdadu Zionis di dekat daerah Wadi al-Ghrus, dekat permukiman Kiryat Arba.

Kemarin, Mutaz Ahmad Uweisat juga ditembak mati penjajah Zionis atas tuduhan berupaya menikam seorang serdadu di dekat permukiman Armon Hanatziv di Tepi Barat dekat Timur Baitul Maqdis terjajah. Tak ada seorang pun warga Zionis yang terluka dalam “serangan” tersebut. Meski begitu, Ma’an melaporkan bahwa pasukan penjajah Zionis menggerebek dan menggeledah rumah keluarga Mutaz dan menangkap beberapa anggota keluarganya. Wattan TV mengungkapkan bahwa Mutaz berasal dari daerah Jabal al-Mukabir, Baitul Maqdis.

Pada Sabtu malam, Tariq Ziyad al-Natshe, juga ditembak di Al-Khalil dekat pintu masuk menuju Jalan Syuhada. Wattan TV mengungkapkan, ia berusia 20 tahun. Penjajah Zionis mengklaim al-Natshe “melukai” salah seorang serdadunya sehingga mengalami luka ringan. Al-Natshe dibiarkan tanpa pertolongan medis selama lebih dari 40 menit sebelum ia dibawa oleh ambulans penjajah. Haaretz melaporkan bahwa al-Natshe tewas akibat luka yang dideritanya di rumah sakit.

Para saksi mata mengungkapkan pada media setempat bahwa para pemukim ilegal Yahudi menghalangi jalannya ambulans dan kemudian membagi-bagikan permen kepada para pemukim ilegal Yahudi lainnya untuk merayakan insiden tersebut. Sebelumnya, warga Palestina yang bermukim di daerah dekat Jalan Syuhada juga mengatakan mereka melihat segerombolan pemukim ilegal Yahudi yang dipimpin oleh ekstremis Yahudi, Anat Cohen, membagi-bagikan permen untuk merayakan terbunuhnya Qawasmi.

Pun, pada Sabtu malam, pemuda berusia 23 tahun Amr Muhammad al-Faqih ditembak mati di pos pemeriksaan Qalandiya di sebelah utara Baitul Maqdis. Lagi-lagi, penjajah Zionis mengklaim ia berupaya menikam salah seorang serdadu mereka.

Mereka yang Gugur

Kematian lima orang warga Palestina kemarin menambah jumlah korban tewas yang sebelumnya berjumlah 40 orang sejak 1 Oktober lalu. Pada Jum’at (16/10) lalu, tiga warga Palestina dibunuh oleh pasukan penjajah Zionis saat terjadi aksi demo anti-penjajahan di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Keempat warga Palestina ditembak mati usai melukai serdadu penjajah Zionis di Al-Khalil. Seorang warga Palestina yang menderita luka parah juga akhirnya meninggal dunia di Gaza.

Banyak warga Palestina dibunuh karena kebijakan eksekusi ekstra yudisial (di luar hukum) Zionis. Mereka dibunuh berdasarkan kecurigaan atau tuduhan semata bahwa mereka melakukan serangan. Tak ada satu pun dari warga Yahudi ‘Israel’ yang menikam warga Palestina atau menikam warga Yahudi lainnya karena salah mengira mereka adalah warga Palestina, dengan cepat dieksekusi.

Dalam sebuah pernyataan, Pusat HAM Palestina yang berbasis di Gaza mengecam pasukan penjajah Zionis yang terus menerus menumpahkan darah warga Palestina di wilayah Palestina terjajah, terutama di Timur Baitul Maqdis. Penjajah Zionis semakin meningkatkan penindasan terhadap warga Palestina yang tinggal di bawah penjajahan militer, terutama di Timur Baitul Maqdis.

Mengutip pernyataan sumber medis, Wattan TV mengungkapkan, kemarin tercatat 37 warga Palestina terluka di Gaza, sekitar 14 orang terluka akibat amunisi tajam yang ditembakkan pasukan Zionis di seberang perbatasan. Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan, lebih dari 5.000 warga Palestina dirawat akibat konflik yang terjadi sejak awal bulan ini. Jumlah itu termasuk 530 warga Palestina yang ditembak dengan amunisi tajam, 1.250 orang ditembak dengan peluru baja berlapis karet dan lebih dari 3.000 orang menderita akibat dampak gas air mata.* (Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ingin Perbaiki Imej, Penjajah Zionis Malah Buka Aib Sendiri
Dihalangi Zionis ke Rumah Sakit, Nenek Ini Tewas di Dalam Mobil »