Organisasi HAM: Hentikan Pembunuhan Sadis terhadap Warga Palestina
27 October 2015, 15:56.

Foto: PIC
GAZA, Selasa (PIC): Pusat HAM Palestina (PCHR) mengecam keras pasukan penjajah Zionis yang terus melakukan berbagai pelanggaran dan kejahatan keji terhadap warga sipil Palestina, seperti pembunuhan terhadap Dania Jehad Irsheid (17) di salah satu gerbang menuju Masjid Ibrahimi di Al-Khalil dan Ahmed Mohammed Sa’id Kmail (17) di pelintasan al-Jalama, sebelah utara Jenin. PCHR kemarin (26/10) merilis sebuah pernyataan tertulis yang membuktikan perilaku kejam Zionis dan pembunuhan yang sengaja mereka lakukan terhadap Dania Irsheid dan Mohammed Kmail. Keduanya ditembak dan dibunuh oleh pasukan penjajah Zionis, padahal tak bersikap mengancam.
PCHR mengutip pernyataan saksi mata bahwa pada Ahad (25/10) sekitar pukul 13.30 petugas perbatasan Zionis yang berjaga di pintu masuk Masjid Ibrahimi, selatan al-Khalil Kota Lama, membunuh Dania Jehad Irsheid (17) dengan sadis. Para petugas penjajah menembaknya saat Irsheid berhenti untuk diperiksa tas sekolahnya. Kemudian, jenazah Irsheid dibawa ke tempat yang tak diketahui.
Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan PCHR dan pernyataan saksi mata, sekitar pukul 13.30 Irsheid memasuki halaman Masjid Ibrahimi untuk melewati pintu pendeteksi logam yang dipasang di antara halaman masjid dan pasar tua di kota tersebut. Ia mematuhi perintah para serdadu untuk digeledah di tempat ia diminta untuk berhenti. Saat salah seorang serdadu yang berdiri di belakang meja memeriksa tas sekolah Irsheid, tiba-tiba sejumlah petugas perbatasan berkumpul mengelilinginya.
Irsheid berdiri di belakang sebuah palang besi. Serdadu, yang memeriksa tasnya bertanya pada gadis itu, “Di mana pisaunya? Di mana pisaunya?” Gadis itu menjawab, “Saya tidak punya pisau,” dan mengangkat tangannya. Ia sangat ketakutan.
Tiba-tiba seorang petugas menembakkan peluru di sekitar Irsheid, kemudian peluru itu mengenai tembok di belakangnya. Irsheid mundur beberapa langkah seraya tetap mengangkat tangannya, tapi sejumlah peluru ditembakkan ke arahnya. Hasilnya, ia jatuh ke tanah dan meninggal dunia. Gadis itu sama sekali tak bersikap mengancam keamanan dan jiwa para serdadu Zionis. Ia bahkan mengangkat tangannya saat serdadu berbicara padanya dan menuduhnya memiliki pisau.
Lagipula, daerah dimana gadis itu dibunuh, dijaga ketat para serdadu Zionis. Pasukan Zionis seharusnya bisa saja menangkapnya alih-alih membunuhnya, jika memang ia bersikap mengancam para serdadu. Apalagi jika kenyataannya ia sama sekali tak bersikap mengancam para serdadu. Pembunuhan tak seharusnya terjadi.
Jumat 23 Oktober lalu, penjajah Zionis juga membunuh seorang bocah Palestina saat sedang berlari menuju pembatas pertama di pelintasan al-Jalama, sebelah utara Jenin. Berdasarkan hasil penyelidikan PCHR dan pernyataan para saksi mata, Ahmed Mohammed Sa’id Kmail (17) saat itu sedang bersama pedagang asongan lainnya di tempat mereka biasa mangkal.
Kira-kira pukul 11.000, Kmail berlari menuju pembatas pertama di pelintasan al-Jalama. Para penjaga keamanan melihatnya dan menembaknya. Kmail jatuh ke tanah dan pasukan Zionis melarang tenaga medis Bulan Sabit Merah memasuki area tersebut. Segera setelah itu, jenazah Kmail ditarik ke dalam pelintasan dan para penjaga keamanan Zionis menghentikan arus lalu lintas.
PCHR menegaskan bahwa Kmail ada di pos pemeriksaan pagi hari bersama pedagang asongan lainnya. Sejumlah saksi mata mengatakan pada reporter lapangan PCHR bahwa mereka melihatnya menjual permen berlapis cokelat. PCHR mengecam keras kejahatan-kejahatan Zionis itu dan menegaskan seharusnya para serdadu Zionis tidak menggunakan kekuatan berlebihan terhadap para korban. Atau, seharusnya menangkap mereka jika memang tuduhan yang ditujukan terhadap mereka itu benar alih-alih membunuh mereka dengan sadis.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
