Zionis Curi Organ Tubuh Warga Palestina yang Dibunuhi di Jalanan
27 December 2015, 13:14.

Foto: PIC
BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Ahad (PIC): Relawan Palestina dan keluarga korban unjuk rasa anti-penjajahan mengecam penjajah Zionis karena mengeksekusi anak-anak mereka dan mencuri organ mereka setelah jenazah mereka ditahan selama beberapa pekan. Dalam penyerahan jenazah, penjajah Zionis mensyaratkan keluarga langsung mengubur putra putri mereka tanpa melakukan otopsi. Namun, syarat penjajah itu ditolak sejumlah keluarga para syuhada.
Sementara keluarga lainnya setuju menerima jasad tanpa melakukan otopsi karena tekanan yang diterima dari penjajah Zionis, serta hasrat untuk mengubur anak-anak mereka sesegera mungkin. Kepala Pusat Al-Quds untuk Bantuan Hukum di Nablus, Saher Sarsour, menganggap penjajah Zionis bertanggung jawab atas pencurian organ-organ tubuh warga Palestina. “Penjajah Zionis memiliki sejarah panjang soal pencurian organ-organ tubuh jenazah warga Palestina yang ditahan. Seharusnya ada sebuah mekanisme mengenai hal itu atau pihak ketiga yang melakukan otopsi, dan membuktikan apakah organ-organ tertentu dicuri dan apakah mereka dibunuh dengan keji dari jarak dekat,” kata Sarsur.
Keluarga warga Palestina yang tewas harus menghadapi syarat berat yang ditetapkan penjajah Zionis jika ingin jenazah anak-anak mereka yang meninggal dunia dikembalikan. Beberapa keluarga menerima syarat tersebut, namun sejumlah keluarga lainnya menolak. Salah satu syarat yang diberikan penjajah Zionis adalah keluarga menerima jenazah-jenazah itu dan mengubur mereka saat malam.
Ini merupakan upaya penjajah untuk mencegah keluarga melakukan otopsi independen demi mengetahui penyebab kematian. Otopsi tidak mungkin dilakukan pada malam itu juga karena kondisi jasad dibekukan di bawah -8 derajat Celsius dan hanya bisa diotopsi setelah dua atau tiga hari. Dalam banyak kasus, keluarga Palestina juga dipaksa menandatangani sejumlah dokumen yang sama sekali tak mereka mengerti karena ditulis dalam bahasa Ibrani.
Sarsur menambahkan, penjajah Zionis juga menjadikan pengembalian jenazah warga Palestina sebagai alat tawar menawar. Penjajah memerintahkan keluarga para syuhada membayar denda sebesar $14.000 jika mereka melanggar syarat-syarat penyerahan jenazah-jenazah itu. Penjajah Zionis telah menahan 315 jenazah warga Palestina. Sekitar 265 ditahan sejak sebelum tahun 2015 dan 50 lainnya ditahan sejak merebaknya Intifadhah Baitul Maqdis pada awal Oktober lalu.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
