Kemenkes Palestina: 2015 Jadi Tahun Tersulit Bagi Pasien di Gaza

1 January 2016, 18:31.
Foto: PIC

Foto: PIC

GAZA, Jum’at (PIC): Kementerian Kesehatan Palestina menggambarkan tahun 2015 sebagai tahun terberat bagi pasien-pasien di Gaza, yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri, terutama karena Mesir terus menerus menutup pelintasan perbatasan Rafah. Juru bicara kementerian Ashraf al-Qudra menyatakan bahwa otoritas Mesir membuka pelintasan Rafah hanya sekitar 21 hari selama setahun. Itu pun hanya sedikit sekali pasien yang diizinkan melakukan perawatan medis di rumah-rumah sakit khusus di Mesir.

Menurut Qudra, kebijakan dan tindakan rasis Zionis terhadap pasien-pasien Gaza di sejumlah pelintasan juga berkontribusi menambah penderitaan mereka dan merampas hak mereka untuk mendapatan perawatan medis yang layak. Belum lagi terus berkurangnya perlengkapan medis di rumah-rumah sakit di Gaza, yang kian memperburuk sektor kesehatan di sana.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kini, Blokade Penjajah Zionis atas Gaza Masuki Tahun ke-10
Hamas: Tahun 2016 Adalah Tahun Bangkitnya Intifadhah »