Netanyahu Takut Dijatuhi Sanksi Terkait Permukiman Ilegal di Tepi Barat

18 January 2016, 19:03.
Foto: Middle East Monitor

Foto: Middle East Monitor

LONDON, Senin (Middle East Monitor): Surat kabar Zionis, Haaretz, memberitakan bahwa PM Benyamin Netanyahu khawatir Uni Eropa akan menjatuhkan sanksi terkait permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat. “Kita sedang menghadapi krisis dengan Uni Eropa. Mereka telah melabeli produk-produk permukiman ilegal Yahudi dan kita tidak tahu apakah mereka akan melakukan hal lain lagi,” ungkap Haaretz mengutip pernyataan Netanyahu saat rapat di parlemen Knesset.

Menurut Haaretz, Uni Eropa diperkirakan akan mengeluarkan keputusan terkait masalah ‘Israel’-Palestina saat pertemuan bulanan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussel pekan ini. Sejumlah negara Uni Eropa, yang dipimpin Perancis, telah mendiskusikan soal kemungkinan mendorong resolusi Dewan Keamanan terhadap permukiman ilegal Yahudi. November lalu, Haaretz mengungkap bahwa Uni Eropa telah mendistribusikan dokumen rahasia yang berisi daftar sanksi terhadap ‘Israel’.

Termasuk sanksi-sanksi yang akan dijatuhkan terhadap perusahaan-perusahaan Eropa yang beroperasi di permukiman ilegal Yahudi. Pun, larangan memasuki Eropa bagi para pemukim ilegal Yahudi yang melakukan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina. “’Israel’ telah merespon dengan keras keputusan Eropa terkait permukiman ilegal Yahudi dengan memutus kontak dengan dinas luar negeri Eropa dan lembaga-lembaga Uni Eropa di Brussel November lalu,” gertak Netanyahu.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gereja AS Boikot Bank ‘Israel’, Tel Aviv Ketakutan
Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Al-Aqsha dan Semprotkan Tulisan Anti-Kristen di Gereja »