Muhammad Ali, Pendukung Palestina dan Pengecam Zionisme Itu Telah Wafat

5 June 2016, 14:39.
Muhammad Ali (sebelum menjadi muallaf bernama Cassius Clay), juara tinju kelas berat dunia di London 1966. Ali selalu berdoa kepada Allah sebelum bertanding. Foto: Thomas Hoepker/MAGNUM

Muhammad Ali (sebelum menjadi muallaf bernama Cassius Clay), juara tinju kelas berat dunia di London 1966. Ali selalu berdoa kepada Allah sebelum bertanding. Foto: Thomas Hoepker/MAGNUM

PALESTINA, Ahad (Islam21c.com | Middle East Monitor): Innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun, mantan juara tinju kelas berat dunia, Muhammad Ali (rahimahullah) meninggal dunia kemarin (4/6) pada usia 74 tahun. Siapapun yang pernah mengenalnya tahu bahwa ia lebih dari sekadar petinju. Muhammad Ali adalah ikon budaya bagi kaum Muslim abad ini. Kiprahnya tak hanya di dunia tinju, tapi juga aktif mengampanyekan anti-perang dan hak-hak sipil. Hal itu membuat ia lebih dari sekadar selebritas Muslim kulit hitam.

Prestasi-prestasi yang diraih Muhammad Ali, tak hanya berperan menjadikan ‘Muslim’ dan ‘Islam’ normal di hati kalangan Barat (jauh sebelum Islamofobia muncul seperti belakangan ini), tapi ia juga membuat jutaan Muslim di seluruh dunia bangga melihat seorang selebritas Muslim yang tidak takut bersuara soal Islam dan Muslim.

Menjadi orang yang memperjuangkan kemanusiaan, keadilan dan hak-hak sipil, Muhammad Ali tentu saja mendukung rakyat Palestina. Bagi Zionis, kata-kata Muhammad Ali benar-benar menyengat bagai lebah. Seperti diketahui, Muhammad Ali memiliki banyak teman Yahudi, para pendukung dan rekan-rekan, tapi itu tidak menghalangi ia bersuara melawan Zionisme. Ia tidak menganggap agama Yahudi dan Zionisme sebagai satu kesatuan dan sama. Ia tidak punya masalah dengan orang-orang Yahudi. Ia hanya bermasalah dengan para pendukung Zionisme.

Ali pernah mengaku bahwa ia tidak membaca buku-buku, tapi ia memiliki cukup kecerdasan untuk membedakan antara ideologi politik Zionisme yang didirikan pada 1897 dan kepercayaan agama Yahudi. Ia menjelaskan hal itu saat mengunjungi India pada tahun 1980 dimana ia mendukung kampanye boikot Olimpiade di Moskow setelah Afganistan diinvasi Rusia.

Pada 8 Maret 1974, Muhammad Ali –yang menyatakan telah pensiun dari ring tinju untuk menyebarkan iman Islam– melayangkan pukulan hook kanan ke arah para Zionis. Dalam sebuah konferensi pers di Beirut ia mengatakan, “Amerika Serikat merupakan benteng pertahanan Zionisme dan imperialisme.” Pada sebuah kunjungan ke kamp pengungsi Palestina di sebelah selatan Lebanon, mantan juara tinju kelas berat itu mengatakan: “Atas nama pribadi dan seluruh umat Islam Amerika, saya menyatakan dukungan terhadap jihad rakyat Palestina untuk membebaskan tanah airnya dan mengusir penjajah Zionis.”

Pada 19 Februari 1980, Muhammad Ali menuduh Zionis “mengendalikan” Amerika dan dunia. Pada media dwi-mingguan, India Today, Ali berbicara mengenai Zionis ketika ditanya tentang “kebangkitan kembali militan” Islam di Iran. Ali mengatakan, “Orang-orang Iran itu fanatik,” dan bahwa “Muslim lainnya di dunia mengecam tindakan mereka.” Ia kemudian dikabarkan pergi dan mengatakan: “Agama tidak buruk; penganutnyalah yang buruk. Anda tahu seluruh struktur kekuasaan adalah Zionis. Mereka mengendalikan Amerika; mereka mengendalikan dunia. Mereka benar-benar menentang agama Islam. Jadi, kapanpun seorang Muslim melakukan sesuatu yang salah, mereka menyalahkan agama Islam.”

Pada 28 Juni 1985, Ali tiba di ‘Israel’ untuk menuntut pembebasan saudara sesama Muslim yang dipenjara ‘Israel’. Ia mengatakan akan membahas pembebasan 700 tawanan Muslim itu dengan “pejabat tertinggi di ‘Israel’”. Namun, para politisi Tel Aviv menolak bertemu ikon yang tak kenal rasa takut itu dan mengatakan ’Israel’ tidak berniat untuk berunding melalui juara tinju Muhammad Ali.* (Islam21c.com | Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gerakan BDS di Maroko Berhasil Ajak Pedagang Boikot Kurma ‘Israel’
Penjajah Zionis Sabot Air Minum Warga Salfit »