Penjajah Zionis Bekukan 83.000 Izin Masuk Warga Palestina ke Timur Baitul Maqdis

10 June 2016, 17:25.
Serdadu Zionis berjaga-jaga di pos pemeriksaan Qalandiya saat ribuan warga Palestina menunggu untuk melintas dari Tepi Barat terjajah menuju Baitul Maqdis. Foto: AFP/Thomas Coex, Dokumentasi

Serdadu Zionis berjaga-jaga di pos pemeriksaan Qalandiya. Foto: AFP/Thomas Coex, Dokumentasi

BAYT LAHM, Jum’at (Ma’an News Agency): Koordinator Kegiatan Pemerintah Daerah ‘Israel’ (COGAT), yang menerapkan kebijakan-kebijakan ‘Israel’ di wilayah Palestina terjajah, mengeluarkan surat perintah pembekuan lebih dari 83.000 izin masuk warga Palestina ke wilayah yang kini diklaim sebagai ‘Israel’ dan Timur Baitul Maqdis terjajah. Keputusan pembekuan izin itu dikeluarkan setelah serangan tembak di Tel Aviv Rabu malam lalu, yang menewaskan empat warga ‘Israel’ dan melukai enam orang lainnya.

Usai insiden tersebut, penjajah Zionis menangkap dua warga Palestina yang diduga melakukan serangan, dan militer ‘Israel’ melakukan sejumlah penangkapan di kampung halaman “tersangka” penyerang, Yatta di sebelah selatan Tepi Barat terjajah, serta menutup pintu masuk ke kota tersebut. “Berdasarkan pengkajian keamanan yang dilakukan semalam oleh PM Benyamin Netanyahu, Menteri Pertahanan dan Kepala Staf IDF, COGAT, Mayjen Yoav (Poly) Mordechai, menginstruksikan pembekuan 204 izin kerja kerabat ‘tersangka’,” ungkap COGAT dalam sebuah pernyataan kemarin (9/6).

“Sebagai tambahan, seluruh izin yang berlaku selama Ramadhan, terutama izin kunjungan keluarga dari Yudea dan Samaria ke ‘Israel’ juga dibekukan,”demikian bunyi pernyataan yang menggunakan istilah ‘Israel’ untuk menyebut Tepi Barat terjajah. Oleh karena itu, 83.000 izin dibekukan. COGAT menambahkan bahwa seluruh perjanjian yang membolehkan penduduk Gaza bepergian ke Timur Baitul Maqdis untuk shalat di Masjidil Aqsha juga ditangguhkan. Dengan kata lain, selama Ramadhan penduduk Gaza dilarang pergi ke Masjidil Aqsha dan sekitarnya.

Rata-rata, 200 warga Gaza diizinkan bepergian ke Al-Aqsha sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara kelompok-kelompok pejuang Palestina dan ‘Israel’ yang mengakhiri perang tahun 2014 di Gaza. Namun, perjanjian tersebut secara teratur ditangguhkan atas klaim-klaim ‘Israel’ perihal keamanan.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Berkah dari Sekitar Masjidil Aqsha
Selama Ramadhan, Warga Gaza Dilarang Sama Sekali ke Masjidil Aqsha »