Pelatihan Aneka Kerajinan Tangan untuk Warga Berkebutuhan Khusus di Gaza
18 June 2016, 19:24.

Foto: MEMO
LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Di sebuah gedung bertingkat dekat Universitas Islam di Gaza, terdapat berbagai kelompok pengrajin yang menguasai beraneka ragam kerajinan tangan. Mereka membentuk sebuah proyek yang ditujukan bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Manal Massna merupakan media officer untuk sebuah proyek yang membantu warga Gaza berkebutuhan khusus agar terintegrasi secara sosial dan ekonomi dalam masyarakat dengan memberikan mereka rehabilitasi dan pelatihan profesional.
Diluncurkan pada 2012, proyek ini telah melatih lebih dari 700 orang berkebutuhan khusus dalam berbagai bidang akademis dan keterampilan, dimana 400 dari mereka tidak memiliki pekerjaan. Proyek ini juga mendukung pendirian sembilan tempat pelatihan teknik bagi orang-orang berkebutuhan khusus sehingga mereka bisa membebaskan diri mereka dari ketergantungan ekonomi.
Berbicara kepada MEMO, Manal mengatakan bahwa proyek tersebut memberikan sejumlah spesialisasi, termasuk pertukangan kayu, melukis, membuat barang seperti permadani, korden, sarung bantal dan lain-lain, membungkus kado, melukis kaca, mengukir, mengoperasikan komputer, memproduksi produk-produk aluminium, bordir, dan pemeliharaan telepon seluler. Ia juga menegaskan proyek tersebut baru-baru ini mulai menerima mereka yang memiliki gangguan mental dan tuli.
Salah satu kisah inspiratif dari proyek ini adalah kisah perempuan berusia 47 tahun, Majeda Murad. Murad mengatakan bahwa ia kehilangan dua kakinya saat perang Gaza pada tahun 2008. Selama 15 tahun ia menjadi guru, tapi kemudian tidak bisa meneruskan impiannya akibat cederanya. Begitu proyek yang dibiayai Turki itu diluncurkan, ia bergabung. Murad mengatakan bahwa ia bersama rekan-rekannya yang lain diberikan peluang yang menakjubkan. Ia percaya bahwa kesempatan ini membantu orang-orang berkebutuhan khusus menyatu ke dalam masyarakat, dan memungkinkan mereka untuk mengatasi rintangan-rintangan psikologis.
Murad menambahkan, proyek ini memang tidak akan mengubah apapun dalam kaitannya dengan disabilitas mereka. “Namun, setelah berjam-jam latihan dan praktik, kami menambah sebuah keterampilan dan kini bisa mengerjakan hal-hal yang sulit.” Ia menambahkan, “Harapan kami meningkat ketika produk-produk kami mulai dijual di pasar Palestina. Momen itu merupakan titik balik bagi kami, karena kami telah menciptakan sesuatu yang menjangkau pasar Palestina dan menginspirasi kami untuk lebih kreatif,” tambahnya.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: MEMO

Foto: MEMO

Foto: MEMO

Foto: MEMO
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
