Lagi, Penjajah Zionis Eksekusi Wanita Palestina di Jalanan
2 July 2016, 19:28.

Serdadu Zionis berjaga-jaga di dekat tempat kejadian dimana seorang warga Palestina dituduh menikam serdadu sebelum akhirnya ditembak mati di kota Al-Khalil, Tepi Barat terjajah pada 28 Oktober 2015. Foto: AFP/Hazem Bader
BAYT LAHM, Sabtu (Ma’an News Agency): Pasukan penjajah Zionis kemarin (1/7) menembak mati seorang wanita Palestina yang dituduh berupaya menikam warga ‘Israel’ di dekat Masjid Ibrahimi di Kota Tua sebelah selatan Tepi Barat terjajah distrik Al-Khalil. Ini merupakan serangan ketiga yang mengakibatkan warga Palestina dibunuh kurang dari dua hari ini.
Juru bicara petugas keamanan Zionis Micky Rosenfeld mengklaim, wanita Palestina itu ditembak oleh petugas keamanan perbatasan setelah memperlihatkan sebuah pisau di pos pemeriksaan keamanan dan berupaya menikam petugas. Awalnya kondisi wanita tersebut dikabarkan kritis. Namun kemudian Rosenfeld menyatakan, wanita Palestina itu tewas di tempat kejadian. Tak ada seorang pun warga ‘Israel’ yang terluka saat insiden tersebut. Beberapa jam kemudian pada hari yang sama, seorang gadis Palestina berusia 15 tahun ditangkap di dekat Masjid Ibrahimi karena dituduh memiliki pisau.
Wanita Palestina yang tewas itu diketahui bernama Sarah Tarayra (27) asal desa Bani Naim di Al-Khalil, kampung halaman Muhammad Nasser Tarayra (17) yang melakukan serangan heroik di permukiman ilegal Yahudi Kiryat Arba sehari sebelumnya. Masih belum dikonfirmasi apakah keduanya memiliki hubungan kekerabatan karena memiliki nama keluarga yang sama. Yousef Mustafa Tarayra (18) dari Bani Naim yang merupakan sepupu Muhammad Nasser Tarayra, ditembak mati bersama dua pemuda Palestina lainnya pada Maret lalu setelah dituduh melakukan dua serangan berturut-turut di dekat Kiryat Arba, yang melukai empat serdadu ‘Israel’.
Surat kabar ‘Israel’ Haaretz memberitakan, setelah insiden tersebut Muhammad Nasser Tarayra di laman Facebook-nya memuji warga Palestina lainnya yang melakukan atau berupaya melakukan serangan-serangan terhadap warga ‘Israel’, termasuk seorang wanita Palestina yang ditembak mati pekan lalu karena dituduh berupaya menabrakkan mobil di dekat permukiman ilegal Yahudi Kiryat Arba.
Beberapa bulan terakhir, ‘Israel’ menuduh kepemimpinan Palestina melakukan “teror hasutan” dan menangkap sejumlah warga Palestina karena unggahan mereka di Facebook. Otoritas ‘Israel’ menilai, unggahan warga Palestina di Facebook itu berperan meningkatkan serangan-serangan dan upaya penyerangan terhadap target-target militer ‘Israel’, serta para pemukim ilegal Yahudi. Penilaian penjajah Zionis itu seolah melecehkan rasa frustrasi dan putus asa warga Palestina yang diakibatkan penjajahan militer ‘Israel’ atas wilayah Palestina selama hampir 50 tahun.
Kota Bani Naim telah ditutup oleh pasukan Zionis sejak Kamis lalu. Hanya kasus-kasus kemanusiaan darurat saja yang diperbolehkan melintas melewati pos-pos pemeriksaan ‘Israel’. Ini merupakan hukuman kolektif yang diberlakukan penjajah atas serangan di Kiryat Arba. Hingga kini belum diketahui sampai kapan kota tersebut akan ditutup.
Lebih dari 220 warga Palestina tewas oleh ‘Israel’ sejak merebaknya Intifadhah Al-Quds Oktober lalu. Sebagian besar warga Palestina yang dituduh melakukan serangan-serangan ditembak mati di tempat kejadian. Hasil investigasi yang dilakukan kelompok-kelompok HAM membuktikan bahwa sejumlah warga Palestina yang dibunuh itu sama sekali tidak bersikap mengancam nyawa siapapun.
Wilayah Al-Khalil merupakan pusat pergolakan. Pos pemeriksaan di dekat Masjid Ibrahimi tempat terjadinya insiden kemarin berlokasi di Kota Tua Al-Khalil, yang telah dinyatakan sebagai “zona militer tertutup” oleh militer ‘Israel’ sejak November. Penduduk Palestina di wilayah tersebut harus terdaftar dengan sistem angka agar bisa melewati hampir 20 pos pemeriksaan di Kota Tua.
Ketika status zona militer tertutup sempat dicabut pada pertengahan Mei usai masa yang relatif tenang, batasan-batasan keras atas pergerakan warga Palestina di Al-Khalil tetap berlangsung. Khususnya di wilayah yang dinyatakan sebagai H2 –sepenuhnya berada di bawah kekuasaan militer ‘Israel’– yang meliputi Masjid Ibrahimi dan sebagian besar Kota Tua. Langkah-langkah keamanan kemungkinan besar akan meningkat menyusul insiden pekan ini.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
