Musim Wisuda di Jalur Gaza
3 September 2016, 17:08.

Sekitar 20.000 mahasiswa tingkat akhir menerima ijazah mereka pada 1 September lalu. Foto: MEMO
LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Upacara wisuda bagi para mahasiswa di sejumlah universitas dan perguruan tinggi diselenggarakan di penjuru Jalur Gaza pekan ini. Para lulusan memperoleh gelar diploma, sarjana dan master mereka. Sekitar 20.000 mahasiswa tingkat akhir menerima ijazah mereka.
Universitas Islam Gaza, yang menghasilkan ratusan lulusan setiap tahun, menyebut tahun ini Tahun Harapan karena para mahasiswa mengalami dua perang dan empat tahun di bawah pengepungan penjajah Zionis selama mereka berjuang meraih gelar akademik mereka. kondisi tersebut berdampak pada sebagian nilai mereka, khususnya bagi para mahasiswa yang rumah-rumah mereka dibom atau kehilangan orang-orang tercinta akibat serangan-serangan ‘Israel’ itu.
Alaa Kamel, lulusan jurusan bisnis, mengatakan pada MEMO bahwa ia mengikuti semester musim panas setelah perang 2014 di Gaza. Menurut dia, semester tersebut berakhir dalam satu pekan alih-alih sebulan. Nilai-nilainya juga jatuh hingga 80 persen ketika berupaya menaikkan nilai rata-ratanya dengan menyelesaikan mata pelajaran tambahan. Rumah yang rusak akibat perang sehingga Kamel harus pindah dari sebelah timur Shuja’iyyah juga berdampak pada studinya.
Akibat terus berlanjutnya blokade di Jalur Gaza, pasar pekerja Palestina menjadi sangat terbatas, dan tingkat orang yang kehilangan pekerjaan melonjak tinggi. Pendapatan rata-rata para lulusan perguruan tinggi yang bekerja di sektor swasta sekitar $250-350 per bulan.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: MEMO

Foto: MEMO
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
