Anggota Knesset Kawal Pemukim Ilegal Yahudi Serang Warga Palestina

20 September 2016, 17:32.
Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

AL-KHALIL, Selasa (Ma’an News Agency): Gerombolan pemukim ilegal Yahudi yang didampingi sembilan anggota parlemen ‘Israel’, Knesset, dengan perlindungan pasukan bersenjata ‘Israel’ menggerebek desa Susiya di sebelah selatan Al-Khalil Hills, kemarin (19/9), dan menyerang sejumlah penduduk Palestina di sana. Kepala dewan desa Susiya, Jihad al-Nawajaa mengatakan pada Ma’an bahwa gerombolan pemukim ilegal Yahudi itu “menyerang secara fisik dan verbal warga Palestina di desa tersebut.”

Al-Nawajaa mengatakan itu merupakan kali pertama anggota-anggota Knesset masuk ke Susiya, dan ia menganggap hal itu menjadi “pertanda buruk” bagi warga Palestina yang tinggal di Susiya, karena hampir setengah dari desa mereka terancam digusur oleh penjajah Zionis. Penduduk Susiya terlibat dalam pertempuran hukum selama satu dekade untuk melegalkan desa dan menderita akibat penggusuran berulangkali oleh otoritas Zionis selama bertahun-tahun. Penjajah Zionis menyatakan warga Palestina tidak memiliki izin pembangunan yang tepat untuk tinggal di tanah yang berada di antara permukiman ilegal Yahudi dan situs arkeologi yang dikuasai ‘Israel’.

Tanah yang dimiliki warga Palestina terletak di Area C –lebih dari 60 persen Tepi Barat terjajah berada dalam kekuasaan penuh ‘Israel’– dimana izin pembangunan untuk warga Palestina hampir mustahil diperoleh. Ikatan warga desa dengan tanah ini telah ada sebelum ‘Israel’, dan itu dibuktikan oleh dokumen-dokumen tanah era Kesultanan Utsmaniyyah.

Pada pertengahan Juli, otoritas dari Pemerintahan Sipil ‘Israel’ mendadak menghentikan dialog yang telah dilakukan berbulan-bulan dengan penduduk Susiya perihal kemungkinan melegalisasi desa tersebut, dan menyatakan pada mereka bahwa kesepakatan atas desa tersebut di masa datang kini akan menjadi tanggung jawab Menteri Pertahanan ‘Israel’ Avigdor Lieberman. Lieberman menunda pengumuman keputusannya dua kali, pertama hingga November 2016, dan kemudian hingga Desember.

Menurut juru bicara Rabbis for Human Rights (RHR) Yariv Mohar, yang mendampingi dalam pertarungan hukum di Susiya, keputusan Lieberman tentang ya atau tidaknya meneruskan dialog antara penduduk Susiya dan Pemerintahan Sipil akan diumumkan pada 15 Desember. Lieberman akan bertanggung jawab memutuskan apakah menyetujui permintaan ‘Israel’ untuk segera dan tanpa pemberitahuan lebih dulu menggusur sekitar 40 persen desa bagian selatan Tepi Barat terjajah itu atau tidak. Berdasarkan data RHR, setengah dari 200 penduduk desa tinggal di sana.

Meskipun Lieberman belum secara resmi mengumumkan keputusannya, komentar menteri pertahanan yang dilontarkan pekan lalu terkait desa tersebut menunjukkan bahwa menurut pendapatnya, penduduk Susiya harus dievakuasi dari tanah tersebut.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kemarin, Penjajah Zionis Tembak Mati Dua Pemuda Palestina di Jalanan
PRESS RELEASE: Laporan Qurban Garis Depan Suriah dan Palestina 1437, Bismillaahi Allahu Akbar! »