Penjajah Zionis Tembak Bocah 13 Tahun dan Menelantarkannya di Penjara

23 September 2016, 18:18.
Foto: Ma'an News Agency

Foto: Ma’an News Agency

BAYT LAHM, Jum’at (Ma’an News Agency): Zionis melarang pengobatan bagi Ramzi Abu Ajamiyeh, bocah berusia 13 tahun yang mereka tembak di kedua kaki saat penggerebekan di kamp pengungsi al-Duheisha, Selasa (20/9) lalu.

Dalam operasi besar-besaran di seluruh Tepi Barat terjajah dan Timur Baitul Maqdis, penjajah menangkap sekitar 40 warga Palestina termasuk enam anak-anak di bawah umur. Penggerebekan ke al-Duheisha Selasa pagi juga memicu bentrokan saat dua warga Palestina ditembak serdadu ‘Israel’.

Ramzi ditembak di kedua kakinya saat terjadi penggerebekan di kamp pengungsi al-Duheisha pada awal Agustus, dan ia masih dalam kondisi parah saat ditahan di penjara militer ‘Israel’ Ofer.

Sumber-sumber setempat menambahkan, Ramzi harus menjalani enam operasi akibat luka tembak yang dideritanya. Selama ditahan beberapa hari terakhir, penjajah Zionis menolak mengizinkan Ramzi menjalani pengobatan, meskipun otoritas ‘Israel’ diberitahu mengenai kondisi medisnya.

Bulan lalu, terjadi tiga penggerebekan terpisah di al-Duheisha yang memicu bentrokan antara pemuda-pemuda setempat dan pasukan Zionis, ketiga insiden tersebut mengakibatkan masyarakat setempat tertembak dan terluka.

Bentrokan sengit di al-Duheisha sudah lazim terjadi dan berlangsung hampir setiap kali pasukan Zionis memasuki kamp tersebut – seringkali dengan mengerahkan sejumlah besar serdadu sehingga tak sebanding dengan jumlah penduduk kamp yang sedikit. Para serdadu itu diutus untuk melakukan penangkapan dan melukai para pemuda.

Al-Duheisha berlokasi di Area A dan seharusnya berada di bawah kekuasaan penuh Otoritas Palestina berdasarkan perjanjian Oslo. Pada 1 Agustus, pasukan penjajah Zionis menembak dan melukai seorang pemuda Palestina tak dikenal di kaki saat terjadi penggerebekan untuk menangkap dua penduduk di kamp tersebut.

Delapan hari kemudian, bentrokan juga terjadi usai penggerebekan militer ke dalam al-Duheisha sehingga mengakibatkan tujuh warga Palestina tertembak dan terluka oleh amunisi tajam ‘Israel’. Seorang warga Palestina ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

Pada 26 Agustus, penjajah juga menembak dan melukai dua pemuda di kamp tersebut saat razia militer untuk menangkap seorang penduduk. Dalam tiga kasus tersebut, tak ada serdadu Zionis yang terluka, kecuali seorang serdadu yang terkena lemparan batu pada penggerebekan 1 Agustus.

“Akan Cacatkan Semua Pemuda”
Terkait dengan sejumlah penggerebekan pada bulan Agustus itu, seorang komandan militer Zionis yang bertanggung jawab atas tiga kamp pengungsi di Bayt Lahm berulang kali mengancam akan membuat “seluruh pemuda di kamp-kamp pengungsi cacat.”

Komandan, yang dikenal masyarakat setempat dengan “Kapten Nidal” menyatakan: “Saya akan membuat separuh dari kalian cacat, dan membiarkan sebagian lainnya mendorong kursi roda,” dan “Saya akan membuat kalian semua mengantre di ATM menunggu tunjangan disabilitas dan bantuan untuk kalian.” Hal itu berdasarkan sebuah penyelidikan yang dilakukan BADIL, Pusat Sumber Daya Kediaman Warga Palestina dan Hak-hak Pengungsi.

Menurut BADIL, yang berkedudukan di Bayt Lahm, sekitar 30 warga Palestina ditembak dengan amunisi tajam di kamp antara awal tahun dan pertengahan Agustus, sebagian besar di kaki dan lutut mereka.

Mereka menambahkan bahwa al-Duheisha telah digerebek setidaknya tiga kali oleh pasukan penjajah Zionis antara akhir Juli dan pertengahan Agustus, dimana 18 pemuda Palestina antara usia 14 dan 27 tahun ditembak di kaki mereka –delapan dari mereka ditembak langsung di lutut dan beberapa lagi di kedua kaki– sehingga mengakibatkan disabilitas permanen dan temporer.

“Ancaman-ancaman tersebut menunjukkan bahwa tindakan-tindakan tersebut bukan tidak disengaja atau insiden-insiden terpisah, tapi merupakan hasil dari kebijakan sistematis militer ‘Israel’ yang bertujuan untuk memberangus perlawanan, meneror pemuda Palestina, dan secara permanen melukai mereka dan/atau mengakibatkan kerusakan signifikan terhadap fisik dan kesejahteraan mental mereka,” ungkap BADIL dalam pernyataan mereka.

Menurut BADIL, “penargetan sistematis” pemuda Palestina di wilayah Palestina terjajah khususnya di kamp-kamp pengungsi meningkat sejak awal 2016.

“Penargetan ini berupa upaya melukai dan pembunuhan sewenang-wenang dengan menggunakan amunisi tajam oleh militer ‘Israel’ dalam konteks operasi militer penangkapan, penggerebekan militer, dan penggeledahan acak yang biasanya memicu bentrokan,” ungkap BADIL.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« PRESS RELEASE: Laporan Qurban Garis Depan Suriah dan Palestina 1437, Bismillaahi Allahu Akbar!
Serdadu Zionis Tertangkap Basah Bakar Properti Warga Palestina di Nablus »