Penjajah Zionis Tolak Akhiri Hukuman Sel Isolasi Syaikh Raed Salah

29 October 2016, 17:09.
Syaikh Raed Salah. Foto: Dokumentasi MEMO

Syaikh Raed Salah. Foto: Dokumentasi MEMO

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Pengadilan ‘Israel’ Selasa (25/10) lalu menolak mengakhiri hukuman sel isolasi Ketua Gerakan Islam Syaikh Raed Salah. Kelompok hak asasi Arab-‘Israel’ Al-Mizan mengajukan petisi kepada pengadilan ‘Israel’ untuk mengakhiri sel isolasi Salah, yang telah dimulai sejak hari pertama penahanannya pada 8 Mei. Selain sel isolasi, kelompok HAM tersebut mengungkapkan, dinas penjara ‘Israel melarang Salah mengakses surat-surat kabar dan buku-buku. Mereka juga berupaya mengurangi jumlah kunjungan keluarga.

Al-Mizan menyatakan telah mengirimkan sejumlah pesan kepada pihak administrasi penjara dan kepada dinas penjara ‘Israel’ untuk menuntut pertimbangan mengenai sel isolasi Salah. Namun, tidak mendapat tanggapan. “Hal ini mendorong kami untuk naik banding ke pengadilan,” ungkap Al-Mizan dalam pernyataan tertulisnya.

Menurut Al-Mizan, dinas penjara ‘Israel’ memutuskan untuk menempatkan Salah di sel isolasi selama sebulan. Sejak itu, perintah sel isolasi diperbaharui setiap bulan. Pengacaranya, Khalid Zabarqeh, mengatakan pengadilan menjebloskan Salah di sel isolasi karena ia orang yang terkenal, sosoknya sering dimuat di media massa. Penjajah Zionis takut ia akan “memengaruhi” tawanan lainnya jika berbaur.

Dalam pernyataannya kepada Quds Press, Zabarqeh mengatakan bahwa Syaikh Raed Salah sekarang ini berada di penjara Ramon di Negev dan menjalani masa hukuman sembilan bulan penjara.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Puluhan Ribu Warga Gaza Tak Bisa Bangun Kembali Rumah Mereka
Relawan BDS Ajak Chef Dunia ‘Singkirkan Apartheid’ »