Penjajah Zionis Larang 40 Proyek di Masjidil Aqsha

2 November 2016, 22:09.
Foto: PIC

Foto: PIC

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Rabu (PIC): Direktur Kompleks Masjid Al-Aqsha Syaikh Omar al-Kiswani menyatakan, penjajah Zionis melarang pelaksanaan lebih dari 40 proyek penting untuk memperbaiki sejumlah fasilitas dan tembok-tembok Masjid al-Aqsha. Salah satunya adalah proyek penerangan –yang membutuhkan pemasangan tiang-tiang lampu dari Bab al-Assad (Lion’s Gate) hingga ke dalam Masjid– untuk mengganti kabel-kabel dan lampu-lampu. Sistem alarm pemadam kebakaran dan proyek-proyek lainnya juga perlu diselesaikan. Ia menambahkan, proyek-proyek perbaikan sangat penting karena Masjidil Aqsha dikunjungi ribuan pengunjung dan jamaah setiap hari, terutama pada hari Jum’at.

Menurut Syaikh Kiswani, penyerbuan Masjidil Aqsha yang kerap dilakukan pemukim ilegal Yahudi merupakan mimpi buruk yang terus menghantui jamaah Muslim. “Para pemukim ilegal Yahudi menyerbu masuk Masjid dengan kekerasan dan senjata, tapi itu tidak memberi mereka hak (atas Masjidil Aqsha). Itu justru akan membuat kami kian tangguh (mempertahankan Masjidil Aqsha),” tegasnya.

Ia menjelaskan, “Sekitar 117 pemukim ilegal Yahudi menyerbu masuk Masjid al-Aqsha pada Selasa 25 Oktober dalam lima kelompok. Sekitar 40 dari mereka merupakan serdadu Zionis dengan seragam militer, empat petugas keamanan Zionis, dan sisanya pemukim ilegal Yahudi dan para rabi.” Jumlah pemukim ilegal Yahudi yang menyerbu masuk Masjid selama hari besar Yahudi bulan lalu mencapai 1.611 orang. Ini menunjukkan bahwa penyerbuan telah meningkat luar biasa selama bulan lalu.

Tak cuma masuk, para rabi ‘Israel’ juga mengoceh soal mitos Kuil selama mereka mengelilingi Masjid. Kiswani mengatakan, selama hari raya Yahudi petugas keamanan Zionis di sekitar Masjid al-Aqsha melarang jamaah Muslim masuk Masjid, serta melarang pemuda Palestina memasukinya saat warga ‘Israel’ menyerbu masuk. Ia juga menyinggung soal enam penjaga Masjid yang dideportasi dari Masjid al-Aqsha atas perintah ‘Israel’.

Syaikh Kiswani menjelaskan, larangan-larangan yang diterapkan penjajah di sekitar Masjid al-Aqsha bertujuan untuk mengurangi jumlah jamaah Muslim dan memberikan ruang bagi para pemukim ilegal Yahudi untuk memasuki kompleks Masjidil Aqsha. “Prosedur-prosedur yang diberlakukan ‘Israel’, menyerbu masuk, dan menargetkan para penjaga Masjid, pegawai dan jamaah bertujuan memberlakukan status quo ‘Israel’ dan memaksa kita untuk menerimanya. Namun, ini tidak akan terjadi,” tegasnya.

Syaikh Kiswani juga menekankan pentingnya mengunjungi Masjid al-Aqsha dari seluruh penjuru Palestina setiap hari, karena tempat suci ke tiga ummat Islam itu menjadi target ‘Israel’. Ia menegaskan bahwa Masjid al-Aqsha akan tetap merupakan situs ummat Islam tak peduli apapun upaya yang dilakukan ‘Israel’ untuk mengubah itu.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 3.000 Lebih Pengungsi Palestina Tewas di Suriah
Klub Rugby di Britania Raya Kenakan Bendera Palestina dengan Bangga »