Netanyahu Bersumpah Masjidil Aqsha Akan Terjajah ‘Selamanya’

27 May 2017, 11:33.
Pasukan Zionis mengawasi jamaah Muslim yang sedang shalat di kompleks Masjidil Aqsha, Baitul Maqdis, pada 30 Mei 2015. Foto: Saeed Qaq/Apaimages

Pasukan Zionis mengawasi jamaah Muslim yang sedang shalat di kompleks Masjidil Aqsha, Baitul Maqdis, pada 30 Mei 2015. Foto: Saeed Qaq/Apaimages

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Perdana Menteri ‘Israel’ Benyamin Netanyahu bersumpah bahwa Masjidil Aqsha –yang ia sebut Temple Mount– selamanya akan tetap dalam kendali Yahudi. Ia mengucapkan sumpah ini hanya sehari setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kawasan tersebut.

“Kita membebaskan Yerusalem (baca: Baitul Maqdis), kita menjadikannya satu kota, tidak sempurna namun utuh,” ujarnya. Netanyahu menyatakan hal itu dalam sidang Knesset (parlemen ‘Israel’) yang dihadiri oleh Presiden ‘Israel’ Reuven Rivlin dan Ketua Mahkamah Agung, Miriam Naor, Kamis (25/5) lalu. Sidang khusus tersebut diselenggarakan untuk merayakan peringatan ke-50 penjajahan ‘Israel’ atas bagian timur kota Baitul Maqdis.

Dalam mitos Zionis yang sangat aneh diyakini bahwa Palestina adalah “tanah tanpa orang untuk orang-orang yang tak memiliki tanah.” Terkait mitos aneh itu, Netanyahu mengklaim bahwa “hampir tidak ada apa-apa di sana” sebelum penjajahan ‘Israel’. “Kota itu ditinggalkan dan dalam krisis yang berkepanjangan,” kata Netanyahu sebagaimana diberitakan Times of Israel.

Ia bersumpah bahwa ‘Israel’ tidak akan pernah kembali pada situasi dimana Yerusalem sebagai kota yang terbagi. Ia bersikeras: “Temple Mount dan Tembok Ratapan akan tetap selamanya di bawah kekuasaan ‘Israel’.”

Keduanya berada di Kota Tua Baitul Maqdis yang dijajah oleh ‘Israel’ pada Juni 1967 dan kemudian dicaplok secara ilegal.

Fakta bahwa pencaplokan Baitul Maqdis tidak diakui oleh masyarakat internasional berarti hampir seluruh kedutaan besar terletak di Tel Aviv. Netanyahu menganggap hal ini “tidak masuk akal” dan menegaskan bahwa memindahkan kedutaan-kedutaan besar ke tempat yang ‘Israel’ percaya adalah “ibukota ‘Israel’ sepenuhnya” – Yerusalem – khususnya Kedutaan Besar Amerika Serikat, “bukanlah perkara sepele”.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pakar Ekonomi: Ramadhan Ini Akan Terasa Sulit Bagi Rakyat Gaza
Penjajah Zionis Akan Putus Pasokan Listrik ke Gaza »