Catatan Kejahatan Penjajah Zionis dan Pemukim Ilegal Yahudi terhadap Anak-anak Palestina

1 June 2017, 22:39.
Foto: PIC

Foto: PIC

RAMALLAH, Kamis (PIC): Bertepatan dengan Hari Perlindungan Hak Anak Dunia yang jatuh pada hari ini (1/6) Kementerian Informasi Palestina, kemarin (31/5), merilis laporan yang memaparkan kejahatan pasukan penjajah ‘Israel’ serta pemukim ilegal Yahudi terhadap anak-anak Palestina sejak tanggal 29 September 2000.

Dibunuh, Dilukai dan Ditawan

Dalam laporan yang diterbitkan Dinas Informasi Anak dalam Kementerian Informasi dijelaskan bahwa pasukan penjajah masih terus melakukan kejahatan terhadap anak-anak Palestina. Sejak meletusnya Intifadhah Al-Quds hingga akhir bulan April 2017, sekitar 3.000 lebih anak-anak Palestina tewas dan 13.000 lebih terluka, serta 12.000 lebih ditangkap oleh serdadu Zionis. Hingga kini ada 300 anak-anak Palestina yang masih mendekam di penjara ‘Israel’.

Sekitar 95% anak-anak yang ditangkap itu mendapat penyiksaan dan perlakuan kasar saat penangkapan. Sebagian besar dari mereka ditangkap pada tengah malam, mata mereka ditutup, tangan diborgol, lalu dipaksa mengaku atas apa yang tidak mereka lakukan tanpa didampingi pengacara bahkan keluarga.

Rata-rata setiap tahunnya pasukan penjajah menangkap 700 anak-anak dari seluruh provinsi Palestina. Namun, sejak tahun 2015 jumlahnya semakin meningkat. Hingga awal November 2016 mereka telah menangkap 2.000 lebih anak-anak Palestina dengan tuduhan melanggar peraturan atau melemparkan batu ke arah pasukan penjajah dan pemukim ilegal Yahudi.

Selain itu, para pelajar juga tak luput dari kejahatan penjajah, terlebih saat mereka melewati pos-pos militer yang berada di setiap pintu masuk kota, desa maupun kamp-kamp pengungsi. Hingga kini masih ada 300 anak Palestina yang mendekam di penjara penjajah.

Putus Sekolah dan Bekerja

Menurut laporan itu, anak-anak Palestina juga menghadapi masalah kemiskinan disebabkan kemerosotan ekonomi serta blokade yang masih terus berlangsung di Jalur Gaza. Hal ini memaksa sebagian besar anak-anak berhenti sekolah dan mulai bekerja.

Menurut laporan data statistik Palestina tahun 2013, persentase anak-anak Palestina yang menjadi pekerja di usia antara 10-17 tahun sekitar 4,1%. Sementara menurut laporan Kementerian Ketenagakerjaan, kini terdapat 102 ribu anak-anak Palestina usia di bawah 18 tahun yang menjadi pekerja. Padahal, di tahun 2011 jumlah mereka baru 65 ribu.

Digaji Rendah

Kementerian Informasi menyatakan, berdasarkan data statistik ada 10 hingga 20 ribu pekerja Palestina di permukiman ilegal Yahudi di lembah pertanian Yordan dimana 5,5% di antaranya adalah anak-anak Palestina usia 13-16 tahun yang bekerja setiap harinya selama tujuh hingga delapan jam dan diberi upah kurang dari sepertiga gaji terendah pekerja ‘Israel’.

Keadaan ini memberikan dampak negatif pada sekolah-sekolah di Lembah Yordan. Selain kekurangan biaya operasional serta jarak sekolah yang jauh dari rumah anak-anak, sekolah juga ditinggalkan murid-muridnya. Karena, mereka tidak punya pilihan selain menjadi pekerja. Sebagian besar anak-anak itu bekerja secara ilegal sehingga mereka tidak memiliki jaminan keselamatan, padahal sebagian besar pekerjaan tidak aman bagi mereka.

Penjajah ‘Israel’ secara sengaja menerapkan kebijakan yang memperparah kondisi perekonomian di Lembah Yordan. Akibatnya, anak-anak Palestina meninggalkan bangku sekolah, meninggalkan mimpi-mimpi mereka dan terpaksa bekerja dengan gaji yang tidak seberapa. Keadaan ini sangat tidak baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Anak-anak di Baitul Maqdis

Menurut laporan Kementerian Informasi, sekitar 85% anak-anak Palestina di Baitul Maqdis hidup di bawah garis kemiskinan. Menurut Lembaga Pelindung Hak-hak Warga, jumlah warga di bagian timur Baitul Maqdis mencapai 371.844, sekitar 79% di antaranya hidup di bawah garis kemiskinan akibat berbagai aturan yang diterapkan ‘Israel’ atas mereka.

Sedangkan sektor pendidikan di Baitul Maqdis hingga kini masih kekurangan ruang kelas yang seharusnya menyediakan 1.000 kelas. Menurut keterangan Direktorat Pendidikan dan Pengajaran di Baitul Maqdis, jumlah anak-anak di Baitul Maqdis bagian timur usia enam hingga 18 tahun di tahun 2012 mencapai 88.845 orang.

Jumlah anak yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga lulus SMA di sekolah-sekolah di Baitul Maqdis hanya 40%. Selain itu, Baitul Maqdis juga masih kekurangan TK karena kini hanya ada empat TK. Sedangkan di Baitul Maqdis bagian barat terdapat 25 TK.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha/Dul)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Yayasan Eropa Luncurkan Kampanye ‘Baitul Maqdis Ibukota Palestina’
Pengusaha Palestina di AS Donasikan 100 Ribu Dolar untuk Pendidikan Palestina »