10.000 Warga Palestina Shalat Jum’at di Masjid Ibrahimi

5 June 2017, 10:44.
Orang-orang Yahudi ‘Israel’ berjalan-jalan di luar Masjid Ibrahimi, yang juga disebut Makam Patriark, saat hari raya Yahudi Paskah di kota Al-Khalil Tepi Barat terjajah, 5 April 2015. Foto: Mamoun Wazwaz/ApaImages

Orang-orang Yahudi ‘Israel’ berjalan-jalan di luar Masjid Ibrahimi, yang juga disebut Makam Patriark, saat hari raya Yahudi Paskah di kota Al-Khalil Tepi Barat terjajah, 5 April 2015. Foto: Mamoun Wazwaz/ApaImages

LONDON, Senin (Middle East Monitor): Sekitar 10.000 warga Palestina shalat di Masjid Ibrahimi, Kota Tua Al-Khalil, di selatan Tepi Barat terjajah pada Jum’at (2/6) lalu –yang merupakan Jum’at pertama di bulan Ramadhan– di tengah gerombolan pasukan penjajah Zionis. Syaikh Hamdi al-Zghayyar, khatib di masjid tersebut, menekankan kepada jamaah mengenai pentingnya mengunjungi dan shalat di Masjid Ibrahimi untuk mencegah rencana-rencana ‘Israel’ meyahudisasi masjid tersebut.

Masjid Ibrahimi –yang diyakini merupakan tempat dimakamkannya Nabi Ibrahim– dianggap sebagai tempat suci bagi Muslimin maupun Yahudi. Dan situs tersebut acapkali menjadi tempat terjadinya kekerasan selama puluhan tahun. Tempat suci itu dibagi menjadi sinagog –yang diyakini oleh kaum Yahudi sebagai Gua Para Patriark– dan masjid setelah pemukim ilegal Yahudi kelahiran Amerika Serikat Baruch Goldstein membantai 29 warga Palestina di dalam masjid tersebut pada 1994.

Ketua Waqaf Islam di Al-Khalil Hajj Ismail Abu al-Halaweh mengatakan pada kantor berita Ma’an bahwa terlepas dari pos-pos pemeriksaan dan sejumlah besar pasukan Zionis di area tersebut, masjid masih tetap penuh dengan jamaah.

Puluhan relawan Bulan Sabit Merah Palestina bersiaga di sepanjang jalan dan pintu-pintu di dekat masjid untuk memudahkan warga Palestina yang melintas melalui pos-pos pemeriksaan. Koordinator relawan Bulan Sabit Merah Jawdat al-Muhtaseb mengatakan bahwa 130 warga Palestina menjadi sukarelawan untuk memudahkan pergerakan dan membantu jamaah lansia, serta mereka yang berkebutuhan khusus.

Usai pembantaian di Masjid Ibrahimi, sebuah perjanjian pada 1997 membagi Al-Khalil menjadi daerah warga Palestina dan daerah kekuasaan ‘Israel’. Masjid Ibrahimi berada di zona H2, yakni di bawah kendali militer ‘Israel’ yang juga meliputi seluruh Kota Tua dan Jalan Syuhada yang dulu merupakan jantung ekonomi. Namun, kini yang terlihat di jalan itu hanya toko-toko yang tutup dan rumah-rumah tak berpenghuni.

Sekitar 800 ekstremis Yahudi kini tinggal di bawah perlindungan militer ‘Israel’ di Kota Tua, yang dikelilingi oleh lebih dari 30.000 warga Palestina.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kementerian Kesehatan Palestina: Penjajah Zionis Terus Serang Paramedis
Pemuda Palestina Dikeroyok Serdadu Zionis »