Kedubes Palestina: Bantuan Turki Akan Tiba di Gaza Sebelum Idul Fitri

11 June 2017, 09:28.
Foto: Ma'an News Agency

Foto: Ma’an News Agency

BAYT LAHM, Ahad (Ma’an News Agency): Pertemuan antara Duta Besar Palestina untuk Turki Faed Mustafa dan Wakil Perdana Menteri Turki Veysi Kaynak di Ankara, Jumat (9/6) lalu, mengungkap bahwa sebuah kapal kargo yang membawa bantuan kemanusiaan akan tiba di Jalur Gaza yang terblokade sebelum berakhirnya bulan suci Ramadhan.

Berdasarkan pernyataan yang dirilis Kedutaan Palestina di Turki, bantuan kemanusiaan itu akan didistribusikan kepada keluarga-keluarga Palestina di Gaza untuk “mengurangi penderitaan mereka”. Pun, membantu mereka bersiap menyambut Idul Fitri, hari besar Islam yang menandai berakhirnya Ramadhan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa itu merupakan pengiriman bantuan ke tiga dari Turki ke Gaza sejak setahun lalu ketika ‘Israel’ dan Turki menormalisasi hubungan mereka dan menjalin perjanjian yang meliputi persetujuan ‘Israel’ agar bantuan dari Turki bisa sampai ke Jalur Gaza yang terblokade.

Normalisasi hubungan mengakhiri enam tahun pertikaian diplomatik antara keduanya, yang dipicu oleh serangan ‘Israel’ ke kapal Turki Mavi Marmara, yang merupakan Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) yang bertujuan menembus blokade yang diberlakukan ‘Israel’ di Jalur Gaza. Serangan mematikan, yang mengakibatkan 10 relawan Turki tewas, itu memicu kecaman internasional. Karena, pasukan angkatan laut ‘Israel’ menyerang enam kapal yang merupakan bagian dari Armada Kebebasan yang berupaya memasuki Jalur Gaza untuk mengirimkan bantuan internasional yang sangat dibutuhkan rakyat Gaza pada 31 Mei 2010.

Jalur Gaza sangat menderita di bawah kepungan militer ‘Israel’ sejak tahun 2007, ketika Hamas terpilih untuk memerintah kawasan tersebut. Penduduk Gaza menderita akibat tingginya tingkat kehilangan pekerjaan dan angka kemiskinan, serta konsekuensi dari tiga perang dengan ‘Israel’ sejak 2008 yang memorakporandakan kawasan tersebut. PBB telah memperingatkan jika kondisi saat ini tidak berubah, maka Jalur Gaza akan menjadi tak layak huni bagi penduduknya pada tahun 2020.

Sementara itu, Mustafa dan Kaynak juga membahas hubungan bilateral antara Turki dan wilayah Palestina terjajah. Kaynak menggarisbawahi dukungan Turki untuk Palestina. Mustafa juga menyampaikan undangan resmi kepada Kaynak untuk mengunjungi wilayah Palestina terjajah dan wakil perdana menteri setuju melakukannya setelah Ramadhan.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemuda Palestina Tewas Ditembak di Kepala Saat Protes Blokade atas Gaza
Penjajah Zionis Tegur Keras Dubes Turki Karena Undang Syaikh Raed Salah Berbuka Puasa »