Hamas: Penangkapan Para Aktivis “Jihad Islam” Bagian Dari Agenda Milisi Abbas Untuk Tumpas Tuntas Perlawanan

12 July 2009, 02:38.

Tepi Barat (PIC)

Tepi Barat (PIC)

Tepi Barat—Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Tepi Barat menegaskan bahwa aksi-aksi serangan yang dilakukan milisi Abbas secara membabi buta terhadap gerakan Jihad Islami di Tepi Barat, yaitu penculikan 100 orang pendukung dan aktivis gerakan tersebut, penyitaan harta-harta mereka, pelarangan segala aktivitas mereka dan aksi membuntuti para pejuangnya oleh sayap bersenjatanya, Pasukan Al Quds, adalah bagian dari agenda Zionis yang dilaksanakan oleh milisi Abbas di Tepi Barat, dengan tujuan menumpas tuntas perlawanan, serta membungkam setiap suara yang bebas, terhormat dan cinta tanah air yang menolak untuk tunduk pada pendiktean Zionisme.

Hal itu diungkapkan pada press release yang digelar pada hari Sabtu 11 Juli, berkenaan dengan penculikan yang dilakukan oleh milisi Abbas di Tepi Barat terhadap lima orang bersaudara dari gerakan Jihad Islam, dari keluarga Uz Ghair di Al Khalil (Hebron), aksi pendobrakan sebuah kemah yang disiapkan untuk menyambut  salah seorang tawanan yang dibebaskan dari penjara pendudukan Israel, yakni  seorang aktivis Jihad Islam di kota Janin (Jenin), serta pelarangan terhadap anggota keluarganya untuk mengibarkan bendera gerakan itu yang sedianya dilakukan untuk menyambut pembebasannya.

Dalam penjelasannya, Hamas mengatakan, “Semua yang terjadi di lapangan di Tepi Barat, dibuntutinya para pejuang, dibunuhnya para pengungsi oleh penguasa pendudukan, penangkapan para aktivis gerakan Jihad Islam, dibuntutinya para aktivis batalyon Asy Syahid Abu Ali Mustafa, yang merupakan underbow dari Gerakan Masyarakat Untuk Pembebasan Palestina” dan para aktivis Hizb At Tahrir, serta dilarangnya mereka mengadakan mu’tamar-mu’tamar keagamaan, benar-benar telah menyingkap lebar-lebar kepalsuan kleim-kleim Abbas dan sekutunya, pihak Dayton.”

Hamas menekankan bahwa aksi-aksi tersebut justru membongkar kebohongan pengakuan-pengakuan palsu gerakan Fatah dan kleim-kleim yang diungkapkan atas nama gerakan itu, yang melegitimasi aksi-aksi penahanan di Tepi Barat dengan alasan politik, yaitu bahwa aksi-aksi itu dilakukan untuk mencegah terulangnya apa yang mereka sebut sebagai “kudeta” di Gaza. Satu hal yang patut dipertanyakan, “apakah para aktivis Jihad Islam, Gerakan Masyarakat Untuk Pembebasan Palestina, Singa Malam, dan Hizb At Tahrir (Partai Pembebasan) berpartisipasi dalam “kudeta” Hamas yang mereka kleim itu? Atau aturan-aturan Zionislah yang mengharuskan mereka mengamankan kekuasaan dengan membungkam setiap suara yang tak sejalan dengan penguasa pendudukan di Tepi Barat?” PIC/ral.

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penguasa Pendudukan Israel Kembali Ancam Hancurkan Rumah-rumah Warga Palestina
Israel Akan Mukimkan 15.000 Yahudi Fanatik di Wadi Ara »