Mengikut Inggris, Austalia Akan Usir Diplomat Zionis
25 March 2010, 21:57.
Sahabatalaqsha.com-Canberra- “Pemerintah” Zionis menjelaskan kepada para wartawan Austalia, tentang kekhawatiran mereka terhadap sikap yang akan diambil Australia, yaitu mengusir diplomat mereka, karena “negara” Zionis itu menggunakan paspor Austalia palsu dalam melancarkan aksi pembunuhan salah seorang pejuang Palestina dan pemimpin Gerakan Hamas, Mahmud Al Mabhuh, di Dubai.
Mereka menjelaskan pula, pada awalnya mereka berkeyakinan bahwa Australia tidak akan mengambil sikap seperti yang telah dilakukan oleh Inggris, yang mengusir diplomat Zionis karena penggunaan paspor Inggris palsu dalam aksi pembunuhan yang sama. Akan tetapi perkiraan itu ternyata berubah kemarin, Rabu 24 Maret. Para pejabat Zionis di Canberra akhirnya menyadari bahwa akhirnya Australia akan mengusir diplomat mereka.
Disebutkan, setelah mengetahui bahwa para pelaku pembunuhan Al Mabhuh ternyata menggunakan paspor Australia palsu, Austalia pun memanggil dubes Zionis, Yuval Rotem, untuk diminta memberikan penjelasan. Akan tetapi perdana menteri Australia, Kevin Rudd, kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa negaranya tidak puas dengan penjelasan yang diberikan Yuval Rotem.
Sementara itu, menteri luar negeri Inggris, David Miliband, Selasa yang lalu, 23 Maret, telah mengumumkan pengusiran diplomat Zionis dari kantor kedutaan negara ilegal itu di London.
David Miliband mengatakan bahwa apa yang diperbuat “Israel” itu berarti menentang kedaulatan Inggris.
Inggris juga memperingatkan warganya yang mengunjungi “Israel,” untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga paspor mereka. Peringatan ini sangat bisa difahami, mengingat penjajah Zionis Israel sangat lihai membuat tiruan paspor dan surat-surat semacam itu untuk melancarkan aksi-aksi mereka di dunia internasional, seperti yang telah dibuktikan, untuk yang kesekian kalinya, dalam operasi pembunuhan pejuang Palestina, Mahmud Al Mabhuh, belum lama ini. av/ral.
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.

