Rezim Assad Serang Timur Ghouta dengan Gas Klorin
24 January 2018, 20:54.

Menurut Syrian Civil Defense, sekitar 21 warga sipil, termasuk anak-anak, terluka dalam serangan yang menghantam kota Duma di kawasan Timur Ghouta. Foto: Middle East Monitor
LONDON, Rabu (Middle East Monitor): Rezim Assad menyerang kawasan hunian di pinggiran kota Damaskus yang terblokade dengan gas klorin pada Senin (22/1) lalu. Hal itu diungkapkan organisasi relawan Syrian Civil Defense (White Helmets). Sekitar 21 warga sipil, termasuk anak-anak, terluka dalam serangan yang menghantam kota Duma di wilayah Timur Ghouta. Korban luka dibawa ke pusat kesehatan di wilayah tersebut.
Sementara itu, menurut koresponden Anadolu Agency di wilayah tersebut, artileri dan serangan udara rezim Suriah menargetkan kota Harasta dan Duma di Timur Ghouta, serta desa Arbin dan Marj.
Seorang warga sipil tewas dalam serangan udara di Arbin. Tim Syrian Civil Defense segera menuju daerah-daerah yang menjadi target serangan untuk menyelamatkan para korban yang terjebak di bawah reruntuhan.
Dihuni oleh sekitar 400.000 warga sipil, Timur Ghouta dikepung selama lima tahun, dan akses kemanusiaan ke kota tersebut telah sepenuhnya diputus. Ratusan orang sangat membutuhkan perhatian medis.
Dalam delapan bulan terakhir, rezim Bashar al-Assad telah meningkatkan pengepungannya atas Timur Ghouta sehingga hampir tidak mungkin membawa makanan atau obat-obatan ke wilayah tersebut. Padahal, ratusan pasien medis membutuhkan pengobatan.
Sebenarnya, wilayah itu tergolong dalam jaringan zona de-eskalasi –yang didukung oleh Turki, Rusia dan Iran – dimana tindakan agresi secara jelas dilarang. Namun, rezim Assad terus saja membombardir wilayah-wilayah yang termasuk zona de-eskalasi.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
