Keluarga Tamimi Tertawakan Investigasi Rahasia ‘Israel’ tentang Mereka

26 January 2018, 21:17.
Keluarga Tamimi. Foto: Alex Levac

Keluarga Tamimi. Foto: Alex Levac

LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Anggota keluarga Tamimi di Nabi Saleh, Tepi Barat terjajah, menertawakan berita tentang komite ‘Israel’ yang melakukan penyelidikan rahasia untuk mengetahui apakah mereka ‘benar-benar keluarga’.

“Tidak ada yang pernah bertanya pada kami apakah kami benar-benar keluarga,” kata Bassem Tamimi, ayahanda Ahed, remaja Palestina berusia 16 tahun yang kini menghadapi dakwaan di pengadilan militer ‘Israel’ karena melawan serdadu Zionis di halaman depan rumahnya.

Bassem mengatakan pada media ‘Israel’, Haaretz, bahwa ketika ia mendengar tentang investigasi rahasia itu, ia “tertawa terbahak-bahak”. “Saya pikir – kok bisa? Hanya itu yang bisa didapatkan penjajah? Bukti atas keberadaan kami di sini bisa ditemukan jauh, jauh, jauh sebelum ‘Israel’ ada”.

Haaretz memberitakan pada Rabu (24/1) lalu bahwa Komite Urusan Luar dan Pertahanan Knesset melakukan penyelidikan rahasia mengenai apakah keluarga Tamimi di Nabi Saleh “asli” atau pelakon.

Berdasarkan pernyataan yang dikemukakan oleh kantor Michael Oren –yang kini wakil menteri dan mantan duta besar ‘Israel’ untuk AS– komite Knesset menyelidiki keluarga Tamimi dua tahun lalu, tapi penyelidikan tersebut “tidak mencapai kesimpulan tegas”.

Penyelidikan dilakukan dengan “mendengar kesaksian dari dinas keamanan Shin Bet, Dewan Keamanan Nasional dan organisasi-organisasi non-pemerintah”.

Oren mengatakan pada Haaretz bahwa komite tersebut menyelidiki apakah anggota keluarga tersebut dipilih karena penampilan fisik mereka” – pirang, mata biru dan kulit terang. “Juga pakaian. Benar-benar kostum. Berpakaian ala Amerika, bukan Palestina, dengan memakai topi bisbol terbalik”.

Pengacara Gaby Lasky, yang mewakili Ahed, ibunya, Nuriman, dan Nur dalam proses hukum saat ini, menyatakan bahwa berita mengenai penyelidikan Knesset itu membuatnya merasa “malu dan khawatir”.

“Khawatir, karena Komite Urusan Luar dan Pertahanan merupakan komite penting di Knesset, yang seharusnya memastikan keamanan dan bukan berurusan dengan teori konspirasi yang aneh,” katanya pada Haaretz.

“Dan malu bahwa anggota Knesset –kini wakil menteri yang bertanggung jawab atas diplomasi– ternyata sejenis rasis yang tidak bisa menerima bahwa ternyata ada warga Palestina yang tidak memakai galabiya”.

Sementara itu, anggota Knesset dari Joint List Hamal Zahalka menuntut Knesset mengungkap catatan rapat rahasia komite atas keluarga Tamimi.

“Diskusi itu menarik bagi publik dan menjadikannya konsumsi publik tidak akan membahayakan keamanan nasional, karena itulah ada alasan bagus untuk mempublikasikan protokol rapat sehingga publik bisa menilainya sendiri,” katanya. Zahalka menyatakan ini hanyalah insiden “rasis” terbaru yang melibatkan Michael Oren.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Al-Azhar As-Syarif Akan Sosialisasikan Baitul Maqdis di Cairo International Book Fair
Kampanye ‘Selamatkan Gaza’, Seruan untuk Bantu Ringankan Penderitaan Warga Gaza »