Krisis Listrik, Gaza Terpaksa Buang 182 Ton Makanan Busuk

26 January 2018, 21:22.
Demonstran berkumpul di luar kantor UNRWA untuk memprotes krisis listrik di Gaza pada 19 Juli 2017. Foto: Ali Jadallah/Anadolu Agency

Demonstran berkumpul di luar kantor UNRWA untuk memprotes krisis listrik di Gaza pada 19 Juli 2017. Foto: Ali Jadallah/Anadolu Agency

LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Komite pemantau di kota bagian selatan Gaza, Khan Younis, memusnahkan 182 ton makanan busuk, termasuk daging sapi beku dan jus. Felesteen.ps memberitakan, Kepala Departemen Kesehatan Umum Said Al-Astal mengungkapkan bahwa makanan tersebut disita dari sejumlah toko di penjuru kota tersebut dan kemudian dimusnahkan.

Pemasar makanan Ahmed Shahwan, yang mendistribusikan produk-produk makanan yang diproduksi secara lokal, menyatakan bahwa makanan tersebut busuk karena tidak ada listrik yang cukup untuk mendinginkannya.

Gaza saat ini hanya dialiri listrik empat jam per hari. Pasokan listrik ke Gaza yang diputus pada Juni sempat pulih, tapi salah satu dari dua turbin yang menggerakkan satu-satunya pembangkit listrik di Gaza tak berfungsi karena ketiadaan bahan bakar.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kampanye ‘Selamatkan Gaza’, Seruan untuk Bantu Ringankan Penderitaan Warga Gaza
Irlandia Akan Bahas RUU Kriminalisasi Produk dari Permukiman Ilegal Yahudi »