Faksi-Faksi Palestina Sambut Baik Pidato Misy’al
27 June 2009, 12:31.

Khalid Misy'al (PIC)
Damaskus — Faksi-faksi perlawanan Palestina menyambut baik Pidato Khalid Misy’al , kepala Biro Politik Hamas, hari Kamis (Kamis malam WIB), dan menggambarkannya sebagai pidato strategis yang menggabungkan politik dan perlawanan.
Ghazi Hussein, kepala biro politik faksi Sa’aeka, mengatakan dalam wawancaranya dengan PIC, bahwa pidato Misy’al menghadirkan strategi baru yang di dalam strategi itu Hamas dam faksi-faksi perlawanan Palestina lainnya dapat memainkan peran konstruktif untuk menjaga kesatuan rakyat Palestina.
Ia mengatakan bahwa pidato Misy’al merupakan perwujudan dari sikap perlawanan Palestina dan rakyat Palestina, dan perubahaan yang diserukan Presiden AS Obama pada pidatonya di kairo beberapa pekan lalu harus diterjemahkan di lapangan dalam bentuk tindakan-tindakan nyata dan inisiatif-inisiatif yang sungguh-sungguh yang akan memulihkan hak-hak sah rakyat Palestina.
“Pidato itu benar-benar mencerminkan fleksibilitas Hamas berkenaan dengan prakarsa-prakarsa yang benar dan adil,” puji Hussein. Ia mendukung seruan Misy’al terhadap pemerintahan AS untuk mengendalikan dan membatasi pengaruh lobi Yahudi yang memakai kacamata kuda mendukung dan memihak kepada entitas Zionis.
Hussein juga memuji tekanan Misy’al terhadap hak untuk kembali (Rigt of Return, RoR) para pengungsi Palestina ke tanah air mereka sebagai hak pribadi setiap pengungsi Palestina, dengan pernyataan Misy’al “tidak akan pernah ada perdamaian dan stabilitas di kawasan itu tanpa kembalinya para pengungsi itu ke tanah air mereka.”
Sedangkan Anwar Raja, kepala departemen informasi PFLP-GC, menilai bahwa pidato Misy’al meletakkan segala sesuatunya pada jalurnya.
“Dia (Misy’al) akurat, transparan dan jelas ketika ia mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak bisa hanya dicukupkan dengan kata-kata oleh pemerintahan AS, tapi rakyat Palestina membutuhkan tindakan-tindakan serius di lapangan yang akan memulihkan hal-hal sah rakyat Palestina yang dirampas,” urai Raja dalam wawancaranya dengan PIC.
Raja juga menekankan bahwa pesan paling jelas dalam pidato Misy’al adalah kepada para pemimpin Arab yang secara implisit mengatakan kepada mereka harus meninggalkan ”kebijakan” konsesi dan bahwa tidak seorangpun mempunyai hak untuk menawar masalah Palestina.
Pejabat PFLP-GC juga sepakat dengan Misy’al bahwa rekonsialisi nasional Palestina tidak bisa dicapai sementara aparat keamanan OtoritasaPalestina (di bawah Abbas, red), meneruskan kampanye penahanan gila-gilaan terhadap pendukung Hamas di Tepi Barat. PIC/ez
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
